NEWS

Kiai Musleh, Warga NU Hormat Bendera Karena Ada Darah Syuhada dan Pahlawan

PAMEKASAN – Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan, KH. Musleh Adnan mengaku jengkel kepada sebagian warga Indonesia yang notabene bekerja, hidup, lahir dan makan di negaranya, tapi masih suka mengkritisi dan bahkan tidak mau menghormat negaranya sendiri.

Hal itu diungkap Kiai Musleh di hadapan ribuan warga Kecamatan Galis saat dirinya menjadi penceramah pada Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) sekaligus Haul masyaikh pejuang NU, yang diselenggarakan oleh MWCNU Kecamatan Galis, Senin malam (14/09/2020) di halaman Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Miftahul Qulub Polagan.

Penceramah kondang alumnus Pon.Pes Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ini sempat menyinggung sebagian tindakan warga Indonesia ketika peringatan hari proklamasi kemerdekaan yang tidak ingin menghormat kepada bendera merah putih bahkan berani mengafirkan.

“Saya heran, kok ada ya orang lahir di Indonesia, hidup di Indonesia, cari pekerjaannya di Indonesia, tapi ketika hari proklamasi tidak mau hormat bendera merah putih, padahal dirinya orang Indonesia,” ucap pengasuh Pon. Pes Nahdlatut Ta’limiyah itu.

Dalam penjelasannya, alasan warga NU menghormat bendera merah putih bukan karena bendera semata, tapi di dalamnya ada perjuangannya para syuhada dan para pahlawan.

“Mohon maaf, saya sebagai warga NU menghormat bendera itu bukan karena bendera yang berkibar di sana-sini, melainkan di bendera itu terdapat darah-darah para pejuang, para syuhada dan para pahlawan” tuturnya.

Hadir dalam kesempatan itu ribuan warga NU, pengurus PCNU Pamekasan, MWCNU Galis, PRNU se-Kecamatan Galis serta Lembaga dan Banom di bawah koordinasinya.


Reporter: Batam
Editor: Ahnu