NEWS

Kiai Taufik, NU Tetap Istakamah Tuntun Umat Jalankan Syariat di Tengah Hiruk-pikuk Politik

PAMEKASAN – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengeluarkan maklumat berkenaan awal bulan Syakban. Dalam surat bernomor 015/LF–PBNU/II/2024 itu, diikhbarkan permulaan bulan Syakban 1445 H bertepatan Ahad Pon 11 Februari 2024 M. Dengan demikian, nishf al-sya’ban tepat pada Ahad (25/02/2024) atau mulai Sabtu (24/02/2024) malam Ahad.

KH Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menilai, ikhbar yang dikeluarkan LF PBNU tersebut mengindikasikan NU tetap istikamah berdakwah, mengajak dan menuntun umat menjalankan syariat.

“Di saat hampir semua orang sibuk dengan hiruk-pikuk Pemilu (pemilihan umum, Red), Lembaga Falakiyah PBNU masih tetap mengeluarkan edaran tentang masuknya bulan Syakban. Ini berarti puasa Ramadan kurang satu bulan lagi,” kata pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan tersebut, Ahad (11/02/2024), saat ditemui di kantornya, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Pamekasan.

Artinya, menurut Kiai Taufik, fungsi NU sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan terbesar sangat teruji dan terus istikamah berjalan sesuai garis organisasi. Walaupun saat pemilu, menjelang pemilu dan sesudah pemilu, lanjut Kiai Taufik, NU tetap istikamah berdakwah mengingatkan umat sesuai ajaran Islam Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja).

Rektor Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIMU) Pamekasan itu berharap keistikamahan ini terus berlanjut selama nafas ada dalam jiwa para pengurusnya.

Lebih lanjut, Kiai Taufik mengajak semua umat Islam agar meningkatkan ibadah dan memperkuat persaudaraan antar sesama. Tidak hanya itu, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri ini juga mengajak umat islam agar menyiapkan fisik dan mental memasuki bulan Syakban. Sebab, menurutnya, dalam sebuah hadis dijelaskan, Nabi Muhammad saw banyak puasa di bulan Syakban sebagai latihan memasuki puasa Ramadhan.

“Ada juga riwayat dari Imam Tirmidzi bahwa puasa Syakban itu untuk mengagungkan Ramadan,” pungkasnya.


Reporter: Ahnu

Editor: Redaktur