JAKARTA — Nahdlatul Ulama (NU) dikenal sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang selama ini gencar mengampanyekan wajah Islam yang moderat (tawassuth) dan toleran (tasammuh). Hal ini kemudian mendorong banyak tokoh Islam dunia berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) guna mengenal lebih dalam wajah Islam wasathiyah dan tasammuhiyah yang dikampanyekan oleh Ormas Islam terbesar di dunia ini.
Tak hanya tokoh Islam dunia, Eks Vokalis Grup Band Cokelat, Namara Surtikanti atau yang lebih akrab disapa Kikan, juga mengakui NU merupakan organisasi yang mampu memberikan pandangan-pandangan keagamaan yang menyejukkan, khususnya bagi umat Islam di Indonesia. Oleh karenanya, Kikan menilai NU sebagai cermin Islam rahmatan lil ‘alamin.
Sebagai mana dimuat NU Online, Rabu (29/01/2020), Kikan menilai, Islam rahmatan lil ‘alamin yang dipraktekkan NU, misalnya dalam hal toleransi. Menurutnya, persoalan toleransi di tubuh NU dapat terrealisasi dengan baik. Bahkan menurutnya, NU merupakan “ahli” dalam hal toleransi. Oleh sebab itu, Ketua Komunitas Musisi Mengaji (Komuji) Jakarta ini mengatakan, toleransi bagi NU bukanlah agenda yang harus diulik.
Peran yang harus sering dimainkan NU ke depan, menurut Kikan, ialah membuka ruang-ruang dialog sehingga kelompok-kelompok yang sering menyalahkan kelompok lain di luar mereka menjadi paham: perbedaan pandangan atau ideologi di dalam Islam sebagai rahmat.
Harusnya kelompok-kelompok tersebut, lanjut Kikan, duduk bersama-sama dan berdialog. Karena selama ini yang terjadi di lapangan ialah kelompok-kelompok itu merasa dirinya yang paling benar dan kelompok lain salah.

Kikan, Eks Vokalis Cokelat: NU Cermin Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
Pages: 1 2
