PAMEKASAN — Pada beberapa minggu terakhir, jagad maya Indonesia digegerkan oleh munculnya kerajaan Sunda Empire di Bandung. Menyikapi hal tersebut, KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menyebutnya sebagai suatu hal yang ngawur.
Kiai Taufik mengatakan, pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan Rangga Sasana, salah satu petinggi Sunda Empire, harus dibantah oleh para ilmuwan dan sejarawan, karena pernyataannya menyesatkan sejarah bangsa Indonesia dan dunia.
“Sebab apa yang disampaikan petinggi Sunda Empire itu, bahwa PBB didirikan di Bandung itu salah besar dan ngawur, dan itu harus diluruskan, agar msyarakat tidak tersesat,” ungkapnya, Selasa (28/01/2019) di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur.
Lebih lanjut, Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri tersebut menyebutkan, perlunya kaum intelektual menyampaikan fakta sejarah secara ilmiah kepada masyarakat umum.
“Tunjukan teori ilmiah yang benar kepada masyarakat tentang fakta-fakta sejarah yang sesuai dengan kenyataan, dan sampaikan pula, bahwa apa yang disampaikan petinggi Sunda Empire itu salah dan ngawur,” imbuhnya.
Kiai Taufik meminta kepada petinggi Sunda Empire untuk tidak membuat pernyataan yang tidak berguna dan menyalahi teori ilmu yang sudah teruji secara ilmiah.
“Seperti menghentikan nuklir, PBB Lahir di bandung, bulan Agustus 2020 semua negara harus daftar ulang ke Sunda Empire. Itu semua pernyataan sampah yang membingungkan umat,” pungkasnya.
Reporter: Abror
Editor: Ahnu

