BANYUWANGI – Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXIV Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur dibuka, Senin malam (22/08/2022), di Ballroom Hotel Aston Banyuwangi.
Mengusung tema “Pembangunan dan Demokrasi Dalam Harmoni Pergerakan”, acara tersebut dihadiri Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jawa Timur, Thoriqul Haq, Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi dan I Made Cahyana Negara Ketua DPRD kabupaten Banyuwangi.
Selain itu, hadir pula Achmad Surya, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur, dan perwakilan organisasi kemahasiswaan lainnya, serta perwakilan Pengurus Cabang (PC) PMII se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Abdul Ghoni mengajak seluruh kader PMII yang hadir pada acara itu turut serta menjaga keamanan dan kondusifitas agar forum dua tahunan ini penuh dengan senyum dan kegembiraan. Ghoni juga meminta lima calon Ketua PKC dan dua calon Ketua Korp PMII Putri (KOPRI) beserta para pendukungnya bersaing secara sehat.
“Karena apapun yang terjadi dan siapa saja yang menang itu sudah dicatat oleh Allah sebelumnya,” tegas Ketua PKC PMII Jawa Timur itu.
Lebih lanjut, Ghoni mengingatkan seluruh kader PMII Jawa Timur tentang dinamika perjalanan sebuah organisasi. Sebagai mahasiswa pergerakan, menurut Ghoni, ada dua kebijakan yang perlu dimunculkan.
“Yaitu evaluasi pemikiran dan aktualisasi,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Thoriqul Haq mengarahkan kader PMII agar lebih serius menggali ilmu pengetahuan dan mengasah intelektualitas agar ketika melakukan demonstrasi tidak hanya sekedar koar-koar meneriakkan “Salam pergerakan” atau “Salam mahasiswa”
“Ketika berorasi itu akan menunjukkan kualitas diri kalian sebagai mahasiswa,” pungkas Bupati Lumajang yang akrab dipanggil Cak Thoriq itu.
Acara ditutup dengan pembacaan doa dipimpin oleh KH Ali Makki Zaini, Ketua PCNU Banyuwangi.
Kontributor: Anwari
Editor: Redaktur

