NEWS

Kutip Kiai Ma’ruf, Ketua PCNU Pamekasan Beberkan Cara Orang Luar NU Merusak NU

PAMEKASAN – Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim mengutip pernyataan mantan Rais Aam PBNU, KH. Ma’ruf Amin, tentang bagaimana cara orang di luar NU untuk menghancurkan NU. Kutipan itu disampaikan Kiai Taufik saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 2 PCNU Pamekasan, di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumber Panjalin, Akkor, Palengaan, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Kiai Taufik, sesuai pernyataan Kiai Ma’ruf Amin, ada empat cara orang di luar NU untuk menghancurkan NU. Pertama, membid’ahkan semua amalan-amalan yang dilakukan oleh warga NU. Contohnya, tahlilan, barzanji, burdah, doa bersama setelah solat dan lain-lain. Amalan itu, dianggap tidak ada dalilnya.

Kedua, peraguan terhadap pengurus NU. Khususnya terhadap PBNU atau KH. Said Aqil Siradj. Kiai Said, oleh orang luar NU secara terus-menerus distigma sebagai tokoh Syi’ah, liberal dan stigma negatif lainnya.

“Jika orang NU tidak kuat ke-NU-annya, maka mereka mudah terpengaruh,” terang Kiai Taufik.

Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Anom, Angsana, Palengaan ini menambahkan, cara ketiga untuk menghancurkan NU yakni dengan cara penyesatan. Isu ini dibangun dengan tujuan PBNU sudah sesat. Melenceng dari garis-garis yang telah dibuat oleh para muassis NU. Stigma ini misalnya, NU sekarang sudah tidak seperti NU dulu waktu KH. Hasyim Asy’ari. Padahal, yang bicara seperti itu, tidak pernah hidup di masa Kiai Hasyim Asy’ari melahirkan NU.

“Kalau kader NU yang militan dan kuat, akan paham tentang sanad NU. Bahwa tidak terpisah antara NU saat ini dengan NU zaman Kiai Hasyim Asy’ari,” ungkap mantan aktivis PMII Cabang Kediri ini.

Cara keempat yang digunakan orang luar NU untuk merusak NU, yakni dengan cara mengkafirkan. Semua amaliah NU dikafirkan. Ziarah kubur dikafirkan, tradisi maulid dikafirkan, selamatan dikafirkan. Lama-lama, setelah amaliah NU dikafirkan, maka negara Indonesia ini akan dikafirkan. Bahkan, stigma Indonesia sebagai negara kafir sudah mereka lakukan akhir-akhir ini.

Oleh sebab itu, Kiai Taufik mengajak kepada seluruh pengurus dan badam otonom NU dan warga NU, agar tetap bersama-sama dengan para ulama yang masih istiqamah dalam memperjuangkan agama dan negara melalui NU. Sebut saja pesantren Nurul Kholil Bangkalan, pesantren Tebuireng Jombang, Denanyar Jombang, Sidogiri, Lirboyo, Sarang, Sukorejo dan pesantren lainnya.