PAMEKASAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar Lomba Lalaran Alfiyah dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Ahad (11/10/2026), di aula lantai 2 Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan.
Diikuti 18 kelompok, kegiatan ini merupakan upaya merawat tradisi keilmuan pesantren sekaligus menumbuhkan semangat belajar di kalangan santri.
Tidak hanya itu, lomba tersebut juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar PCNU Kabupaten Pamekasan dalam menjaga warisan intelektual pesantren, khususnya pembelajaran ilmu nahwu melalui kitab Alfiyah Ibnu Malik. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan hafalan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan santri terhadap kitab kuning sebagai bagian penting tradisi pendidikan Islam.
Ketua Panitia HSN 2026 PCNU Kabupaten Pamekasan, KH. Haidar Dardiri, menyampaikan Lomba Lalaran Alfiyah tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat santri dalam mendalami ilmu agama. Menurutnya, tradisi keilmuan pesantren perlu terus dijaga agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Lomba ini bukan sekadar menguji hafalan bait-bait Alfiyah, melainkan juga menjadi ikhtiar untuk merawat tradisi keilmuan pesantren dan menumbuhkan kecintaan santri terhadap ilmu. Kami berharap kegiatan ini memotivasi para peserta untuk terus belajar, memahami ilmu yang dipelajari, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kiai Haidar.
Pada kesempatan itu juga, Koordinator Lomba rangkaian kegiatan HSN 2026 PCNU Kabupaten Pamekasan, Musannan, kepada Media NU Pamekasan menjelaskan keikutsertaan 18 kelompok menunjukkan adanya ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kepercayaan diri melalui kegiatan yang edukatif. Ia menegaskan, perlombaan tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang, tetapi juga membangun semangat belajar dan sportivitas.
“Melalui Lomba Lalaran Alfiyah ini, kami ingin memberikan ruang kepada para santri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat tradisi pembelajaran kitab kuning. Kami berharap seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar dan mempererat ukhuwah antarsantri,” ujar Musannan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian rangkaian HSN 2026 yang diarahkan untuk memperkuat identitas santri sebagai generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan tradisi pesantren. Melalui kegiatan berbasis keilmuan, peringatan Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada seremonial saja, tetapi juga menghadirkan ruang pengembangan potensi dan pembentukan karakter.
Reporter: Risma
Editor: Ahnu

