PAMEKASAN — Guna mengisi libur semester ganjil, pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan beberapa guru SMA Maarif 1 Pamekasan, Sabtu (16/12/2018), sekitar jam 13:00 hingga jam 17:30 WIB, mengunjungi CV. Bintang Abadi milik Abd. Rahman, salah satu pengrajin batik yang ada di Kampung Batik, Desa Banyumas, Tlanakan, Pamekasan.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan terhadap siswa tentang Kampung Batik yang ada di Pamekasan serta mengenalkan macam-macam batik tulis khas kabupaten berjargon Gerbang Salam ini. Selain itu, di tempat itu para siswa mendapatkan pelatihan dasar membatik yang dilanjutkan praktek membatik secara langsung.
Dari kegiatan tersebut diharapkan para pelajar turut serta memelihara kekayaan warisan leluhur dan lebih akrab dengan budaya lokal. “Di sini mereka juga bisa engeksplorasi potensi seni yang dimiliki para siswa menjadi sesuatu yang berharga. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menanamkan jiwa interpreneur,” tutur Ainul Ghurrih, salah satu guru SMA Maarif 1 Pamekasan.
Inisiatif para pelajar NU tersebut, mendapatkan respon postif Abd Rohman. Ia juga merasa senang bisa menjadi jujukan kunjungan belajar membatik. Ia juga menilai kegiatan semacam itu perlu digalakkan di tingkat siswa agar warisan leluhur tidak hilang ditelan waktu. “Yang paling membuat saya merasa senang adalah bisa mengajari anak-anak untuk membantik dan mandiri berbisnis,” ungkapnya.
Tidak hanya Abd. Rohman, Musyarrofah, salah satu peserta, merasa senang bisa mengetahui Kampung Batik secara langsung dan bisa belajar membatik dari ahlinya. Semula Musyarrofah beranggapan membatik itu mudah. Tapi, setelah praktek, ternyata anggapannya keliru.
“Yang paling sulit itu ketika menjalankan canthing yang berisi malan supaya sesuai dengan pola yang sudah kami buat. Di situ kita harus betul-betul fokus menyatukan imajinasi dan gerakan tangan. Tapi di situ, menurut saya, letak seninya,” lanjutnya.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

