News

LKNU Pamekasan Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Bata-Bata

PAMEKASAN — Lembaga Kesehatan (LK) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam di SMP Mambaul Ulum Bata-Bata, Palengaan, Pamekasan, Sabtu (12/09/2026).

Pelatihan tersebut menghadirkan Ketua Bidang Promosi Kesehatan dan Pengendalian Penyakit LKNU Pamekasan, dr. Ratna Hermawati, Sp.An., sebagai pemateri.

Instruktur pelatihan berasal dari tim Rumah Sakit dr. H. Slamet Martodirdjo, tim Rumah Sakit Mohammad Noer, dr. Sarah Tamimi dari Puskesmas Kowel, Hesty Damayanti, S.K.M., dari Puskesmas Panaguan, serta dr. Dita Yulianti.

dr. Ratna mengatakan pelatihan itu merupakan bagian dari pelayanan kesehatan LKNU Pamekasan bagi masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk warga pesantren dan sekolah di desa.

“Pada intinya, LKNU [Pamekasan] memang memutuskan untuk fokus pada pelayanan kesehatan untuk masyarakat di akar rumput, contohnya pesantren dan sekolah-sekolah di desa. Di LKNU [Pamekasan], jabatan saya adalah Ketua Bidang Promosi Kesehatan dan Pengendalian Penyakit, sehingga saya lebih memilih edukasi kesehatan supaya bisa dikerjakan secara kontinu,” ujar Ratna.

Menurutnya, pelatihan BHD masih relatif jarang menjangkau lingkungan pesantren. Padahal, kondisi kegawatdaruratan medis dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons awal dari orang-orang di sekitar.

“Selama ini, pelatihan Bantuan Hidup Dasar masih terbilang jarang menyentuh bilik-bilik pesantren, padahal situasi kegawatdaruratan medis bisa terjadi di mana saja tanpa aba-aba,” tuturnya.

dr. Ratna menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat karena mempunyai komunitas yang terdidik dan solid.

“Bagi saya, pesantren bukan sekadar institusi keagamaan, melainkan episentrum kekuatan masyarakat, sebuah ekosistem terpusat dengan komunitas yang terdidik dan solid,” jelas Ratna.

Pelatihan tersebut diarahkan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

“Membekali mereka dengan keterampilan penyelamatan jiwa berarti membangun ketahanan kesehatan yang kokoh dari dalam komunitas itu sendiri,” katanya.


Reporter: Intan
Editor: Ahnu