News

Metode Tartila, Media JQHNU Pademawu Bumikan Al-Quran

Pihaknya berharap, melalui pelatihan tersebut peserta dapat meningkatkan minat belajar Al-Quran menggunakan metode Tartila dan menjadi satu-satunya metode yang paling disenangi atau disukai serta bisa melahirkan qari-qariah, hafiz-hafizah handal.

“Dengan pelatihan tersebut peserta dapat mengamalkan ilmu yang didapatkannya, baik di TPQ maupun ditempat tinggal masing-masing,” tegas Ust Rizqi.
 
Sementara Wasilah, salah satu peserta pelatihan mengatakan, pelatihan membaca Al-Quran metode Tartila ini sangat bagus dan juga sangat bermanfaat, tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi guru. Metode ini, menurutnya, sangat membantu memudahkan guru mengajar Al-Quran, metode yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan, dari segi pelafalan dan juga iramanya lebih mudah dipahami oleh anak-anak khususnya mereka yang baru belajar mengaji.
 
“Pemandu diklat juga sangat baik dan ramah kepada para peserta. Selain itu, mereka juga berpengalaman dibidang Al-Qur’an,” pungkasnya.

Diketahui, metode Tartila merupakan metode penguasaan membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Benar dimaksud ialah sesuai kaidah tajwid, sedang baik berarti membacanya dengan tahsin, tartil, dan lagu-lagu yang indah. Kata ‘Tartila’ sendiri diambil dari firman Allah SWT dalam surat Al-Muzzammil ayat 4.


Kontributor: Laylan Fajriyah
Editor: Redaktur