PAMEKASAN — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) Model Sumber Bungur Pamekasan (Sumpa) 3, Kecamatan Pakong, Pamekasan mewajibkan seluruh siswinya memakai sarung (samper. Madura), Selasa siang ( 23/10/2018).
Kepala Kantor Kementerian gama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan mengeluarkan edaran, pada HSN yang bertepatan Senin (22/10/2018) diwajibkan memakai baju batik dengan bawahan sarung, baju putih dengan bawahan sarung pada tanggal 23,.dan tanggal 24 memakai baju koko dengan bawahan sarung bagi semua guru.
Namun, Kepala Sekolah MTs N Model Sumpa 3 mengambil langkah tidak hanya guru yang memakai sarung, tetapi seluruh siswa, khusunya siswi untuk memakai samper selama HSN.
Saleh Fadli, BPK MTSN Model Sumpa 3 menuturkan, siswa-siswinya sangat merespon positif terhadap aturan yang ditetapkan kepala sekolah dalam memakai sarung dan samper.
“Sehingga anak-anak merasakan dirinya seorang pelajar dan santri. Adapun yang dipegang sebagai santri dan siswa yaitu akhlaqul karimah,” ungkapnya.
Putri Rahmat Yani, siswi MTSN Model, merasa bangga memakai sarung sampir dan bisa menghormati santri Indonesia.
“Kita diwajibkan memakai samper. Ini lebih enak sambil belajar. selain itu, Indonesia merdeka karena santri yang identik dengan pakaian seperti ini,” ungkapnya.
Reporter: Riski
Editor: Ahnu

