NEWS

Musker 2, Kiai Taufik Minta MWCNU se-Pamekasan Siapkan Diri Hadapi Abad Kedua NU

PAMEKASAN – Memasuki abad kedua usia Nahdlatul Ulama, semua tingkatan kepengurusan harus berbenah dan mulai memperbaiki administrasi dan manajemen organisasi. Hal ini disampaikan oleh KH Taufik Hasyim, Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, saat menyampaikan sambutan pada musyawarah kerja (Musker) 2, Sabtu (27/01/2024), di Pondok Pesantren Al-Abror Bumi Damai, Blumbungan, Larangan, Pamekasan.

“Apalagi menghadapi abad kedua NU. Seperti apa yang disampaikan oleh Ketum (Ketua Umum, Red) PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU, Red), dalam rangka memasuki abad kedua, kita harus betul-betul siap di bidang administrasi dan manajemen,” lanjut alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur itu.

Beberapa bulan lalu, lanjut Kiai Taufik, PBNU mengadakan verifikasi dan validasi (Verval) untuk mengetahui proses-proses kegiatan di semua tingkatan kepengurusan. Menurut, Kiai Taufik, hal tersebut sesuai dengan peraturan perkumpulan baru yang mengamanatkan adanya penilaian sesuai kategori. Penilaian ini akan berdampak pada hak suara ketika pemilihan ketua di semua tingkatan.

“Ketika PC atau MWC nilainya kecil, maka akan berpengaruh pada hak suara. Ketika MWC nilainya A, akan mendapatkan hak suara. Ini dalam rangka memasuki abad kedua,” tegasnya. Pamekasan, insyaallah nilainya baik, karena kegiatan semua berjalan, Ansor, Fatayat, Muslimat, MWC, Ranting semua berjalan,” paparnya.

Lebih lanjut, Kiai Taufik mengatakan, Musker 2 ini merupakan tolak ukur kinerja organisasi yang dipimpinnya untuk dua tahun ke depan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta agar serius mengikuti setiap rangkaian persidangan pada agenda tersebut.

Mengangkat tema “Meningkatkan Khidmah untuk Mendigdayakan NU”, giat itu diikuti oleh seluruh jajaran PCNU Kabupaten Pamekasan bersama perwakilan lembaga dan badan otonom (Banom) di bawahnya, serta perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) sekabupaten Pamekasan.


Reporter: Ahnu

Editor: Redaktur