PAMEKASAN – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan resmi memiliki “Langgar Pertanian”. Hal itu menyusul peresmian oleh MWCNU Palengaan, Ahad (13/11/2022) di Dusun Tengah, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan.
Moh. Slamet, Ketua LPPNU MWCNU Palengaan menuturkan, keberadaan “Langgar Pertanian” yang dikelolanya akan difungsikan sebagai pusat belajar dan konsultasi warga NU dalam pengembangan pertanian, serta pelatihan dan produksi pertanian.
“Sebelum diresmikan Langgar Pertanian kami sudah melaksanakan praktik pembuatan pupuk cair, praktik pembuatan KCL (kalium clorida, Red), serta pembibitan dan pembuahan tanaman. Setelah ini, tentu kami akan lebih mudah dalam merealisasikan hasil praktik yang sudah pernah dilakukan,” jelas Slamet.
Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Desa Banyupelle itu menambahkan, kegiatan di “Langgar Pertanian” LPPNU MWCNU Palengaan ke depan akan banyak fokus pada penanaman benih, toko bibit, produksi massal pupuk cair dan pelatihan pengembangan pertanian.
Dalam kesempatan yang sama, Mohammad Fudholi, Wakil Ketua Tanfidziah MWCNU Palengaan usai meresmikan Langgar Pertanian menyampaikan, LPPNU di Kecamatan Palengaan harus hadir dan memberikan manfaat terhadap para petani dalam pengembangan pertanian.
“Khususnya bisa memberikan manfaat kepada warga NU, karena hampir semua warga NU di Kecamatan Palengaan ini petani. Oleh karena itu, LPPNU Palengaan harus selalu aktif bergerak memberikan solusi dari permasalahan pertanian yang ada, demi kemaslahatan umat dan warga NU di Kecamatan Palengaan,” ucap Fudholi.
Hadir pada kegiatan tersebut Tabri S. Munir, Sekretaris LPPNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan. Dalam kesempatan itu, Tabri mengapresiasi peresmian “Langgar Pertanian” LPPNU MWCNU Palengaan.
Reporter: Doni (MNU.V.10-004)
Editor: Aboonk

