NEWS

MWCU Tlanakan Kaji “Kafir-Non Muslim”

PAMEKASAN – Perbincangan tentang terminologi kafir dan non muslim masih terus menuai perhatian masyarakat, sejak hasil bahsul masail Nahdlatul Ulama di Munas Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Citangkolo, Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3/2019) menyebar ke masyarakat melalui berbagai media.

Dua istilah itu kemudian dikembangkan dengan berbagai macam sudut pandang. Bahkan, sudah banyak di luar konteks seperti yang dibicarakan di dalam bahsul masail. Banyak tokoh, kiai dan masyarakat awam membangun persepsi, sesuai dengan fikiran mereka masing.

Berbagai penjelasan yang disampaikan oleh ulama-ulama yang terlibat di dalam bahsul masail, dimentahkan oleh mereka. Mereka asal lempar ayat dan hadis, tanpa tahu apa sebetulnya inti masail yang dibahas di dalam bahsul masail.

Untuk mengetahui inti persoalan di dalam istilah kafir dan non muslim, MWCNU Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, menggelar diskusi dengan menghadirkan K. Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur. Diskusi akan digelar tanggal 23 Maret 2019 mendatang. Diskusi digelar di aula pendapa kantor Kecamatan Tlanakan.

Selain diskusi tentang istilah kafir dan non muslim, ada pula tema Islam Nusantara di dalamnya. Terminologi Islam Nusantara juga banyak menuai kontroversi di tengah masyarakat di luar NU. Orang-orang di luar NU sudah menebarkan fitnah bahwa NU akan membuat agama baru. Mereka, juga tidak tahu apa inti islam nusantara yang digagas NU. Mereka juga membuat interpretasi sesuai dengan fikiran mereka masing-masing, tanpa belajar langsung kepada NU.

Penulis : Hasan
Editor: Abror