NEWS

MAPABA 2019, Rayon Ekonomi UIM Tegaskan PMII dan NU Satu Haluan

PAMEKASAN — Melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) 2019 yang digelar mulai 06 s/d 09 Maret di Balai Desa Blumbungan, Larangan, Pamekasan, Pengurus Rayon Ekonomi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PR PMII) Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) beserta puluhan peserta menegaskan PMII dan NU memiliki haluan akidah yang sama yakni Ahlussunah Wal Jama’ah (Aswaja) yang diperankan sebagai pedoman dan metode di segala kegiatan berpikir dan bertindak atau Manhajul Fikr wal Harokah.

Ust. Faisol yang mengisi seminar Aswaja dalam kegiatan tersebut memaparkan secara gamblang tentang Aswaja mulai dari sisi historis hingga pada perkembangannya saat ini.

Namun, sebelum seminar dimulai, seperti biasanya Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Proppo tersebut membagikan teks Shalawat Nahdliyyah kepada seluruh peserta MAPABA yang kemudian dilantunkan secara berjamaah sebelum dan sesudah seminar.

Dalam penjelasannya, Ust. Faisol mengatakan, Aswaja merupakan golongan pengikut ajaran Rasulullah yang kemudian dipraktekkan oleh para sahabat dan diikuti oleh para tabi’in (kelompok penerus sahabat) dan tabi’ut tabi’in (kelompok penerus tabi’in) dan seterusnya.

Pada prinsipnya, lanjut alumni PP. Miftahul Ulum Bettet ini, Aswaja bukanlah aliran baru, bahkan Aswaja telah ada sejak zaman Rasulullah dan sahabatnya. Namun, di saat Islam mengalami pengaburan ajaran akibat banyaknya aliran-aliran yang bermunculan seperti Khawarij, Syi’ah, Mu’tazilah dan kelompok lainnya yang memiliki pola pikir berbeda dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, maka kemudian muncullah dua tokoh kharismatik yang mampu mengembalikan Islam pada ajaran yang semestinya, yaitu Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Manshur Al-Mathuridi yang kemudian pengikut keduanya disebut Ahlussunah wal Jama’ah.

Pria satu anak itu melanjutkan, salah satu karakteristik pemikiran Aswaja ialah Tawassuth atau moderat, yakni tidak ekstrim kanan (ekstrimis literalis) seperti Khawarij dan tidak ekstrim kiri (ekstrimis rasionalis) seperti Mu’tazilah.

“Sebagai bentuk upaya melestarikan ajaran Aswaja di Indonesia, para ulama mendirikan organisasi yang diberi nama Nahdlatul Ulama (NU), dan dari NU inilah kemudian lahir PMII. Maka, berbanggalah kalian bergabung di PMII, karena dengan bergabung bersama PMII kalian berarti telah bergabung dengan NU. Ketika masuk ke NU maka berarti berpaham Aswaja dan menjadi santri Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari. Ketika menjadi santrinya, maka sanad keilmuan dan keislaman kalian bersambung sampai kepada Rasulullah,” pungkasnya, diikuti tepuk tangan peserta MAPABA bertema “Moderasi Integritas Mahasiswa Di Tengah Diskursus Pilpres dan Hegemoni Mobile Legend” itu, Kamis (07/03/2019).

Acara yang diikuti oleh hampir seratus mahasiswa baru dari berbagai kampus di Jawa Timur ini dibuka langsung oleh Ketua Cabang PMII Pamekasan, Lian Fawahan, yang ditemani oleh Ketua Cabang Korp PMII Putri (KOPRI), Aan Nurul Qomariyah, beserta beberapa pengurus cabang lainnya.


Reporter: Ali Wafa
Editor: Ahnu