News

Ngormat Nusantara Ngaji Sejarah Perjuangan Kiai Djufri Marzuqi di NU

PAMEKASAN – Sejarah mencatat, peran ulama, santri dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan, tidak sedikit ulama dan santri harus merelakan nyawanya. Di antara ulama Pamekasan yang harus wafat menjadi syahid ialah KH. Djufri Marzuqi “As-Syahiedul Kabier”.

Sebagai upaya mengenang jasa-jasa dan perjuangan mendiang Kiai Djufri, komunitas Ngopi tor Matjah NU-NKRI (Ngormat Nusantara) dalam kegiatan rutinnya mengangkat tema “Mengaji Perjuangan KH. Djufri Marzuqi”, Sabtu malam (18/02/2023), di Pendopo Kecamatan Tlanakan.

KH. Muhammad Abrori Kholil saat menjadi pemateri mengatakan, Kiai Djufri Marzuqi dikenal sebagai singa podium sekaligus juru kampanye partai NU. Tidak hanya itu, Kiai Djufri berjuang sejak usia 17 tahun, meninggalkan peradaban, pendidikan dan harmonisasi keluarga demi menjaga kewibawaan NU dan para pemimpinnya.

“Beliau salah satu orator partai NU melalui dakwahnya dalam pengajian-pengajian umum, berjuang sejak berusia 17 tahun untuk menjaga kewibawaan pimpinan NU,” jelas pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syahiedul Kabier Sumber Batu, Blumbungan, Larangan, Pamekasan itu.

Kiai Djufri, lanjut Kiai Abrori, meninggal karena dibunuh oleh seseorang yang diketahui merupakan antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

“(Pembunuhan itu, Red) Mutlak karena masalah ideologi. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh PKI yang dirapatkan di Pamekasan, dieksekusi di Sampang,” tutur Kiai Abrori meneruskan.

Diikuti seluruh ketua lembaga dan badan otonom (Banom) dan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tlanakan, agenda tersebut dimulai pukul 19:00 WIB. Grup Albanjari Nawa Bintang juga turut memeriahkan acara tersebut.


Kontributor: Alim
Editor: Ahnu