PAMEKASAN — Aktivis dan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Ning Inayah Wulandari Wahid, mengatakan gerakan dan peran Fatayat NU harus senantiasa berakar pada pemajuan serta penguatan pesantren. Hal tersebut disampaikan saat ditemui Media NU Pamekasan dalam acara Stand Up Comedy bertajuk “Santri Berbicara”di Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan, Senin (26/10/2026).
Menurut putri bungsu KH. Abdurrahman Wahid itu, Fatayat NU tumbuh dan berkembang dari pesantren, maka setiap langkah yang diambil harus memposisikan pesantren sebagai orientasi utama.
“Apapun yang dilakukan itu, sudut pandangnya harus sudut pandang juga untuk pemajuan pesantren, untuk penguatan pesantren,” ujarnya.
Ia menambahkan, bentuk khidmah yang diberikan memang ditujukan bagi umat secara luas, namun pesantren harus menjadi prioritas pertama, karena posisinya sebagai tulang punggung NU.
Metode pemberdayaan di tingkat akar rumput, Ning Inayah menilai tidak ada formula tunggal atau kaku yang harus dipaksakan. Strategi gerakan Fatayat harus dinamis dan adaptif, kondisional dan Kontekstual. “Bentuk gerakan harus menyesuaikan dengan kondisi, karakteristik daerah, serta isu-isu spesifik yang dihadapi di lapangan,” paparnya.
Ning Inayah mendorong kader Fatayat NU agar peka terhadap berbagai persoalan riil yang dialami para santri dan santriwati, termasuk menyoroti isu-isu krusial seperti penanganan kekerasan seksual di lingkungan sekitar pesantren.
Dalam kesempatan itu, Ning Inayah juga menyampaikan pesan reflektif bagi para kader dan pengurus Fatayat NU. Ia mengingatkan agar para kader tidak salah orientasi atau terjebak dalam ambisi pribadi untuk mengejar jabatan politis, seperti mengincar posisi di tingkat nasional atau kursi legislatif semata.
Fokus utama seorang pengurus Fatayat, tegas Ning Inayah, kontribusi nyata dan kebermanfaatan bagi kader serta santri.
”Oke, saya sudah jadi, saya di Fatayat, saya bisa apa? Apa sih yang harus saya berikan?” pesan Inayah menekankan pentingnya esensi pengabdian.
Dengan mengedepankan sudut pandang pengabdian murni dan menghindari orientasi pencarian keuntungan pribadi, Ning Inayah berharap Fatayat NU dapat terus menjadi pilar penjaga nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an, serta memberikan solusi nyata bagi persoalan para santri di berbagai daerah.
Reporter: Ifa
Editor: Ahnu

