PAMEKASAN – Salah satu momentum penting yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam pada bulan Ramadan ialah malam penetapan perjalanan hidup manusia oleh Allah atau yang lazim disebut lailatulqadar. Menurut Al-Qur’an, malam ini lebih utama dibanding seribu malam lainnya.
Hal ini disampaikan oleh Ny. Hj. Nur Faizah saat menjadi pembicara pada pelaksanaan kajian rutin mingguan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Palengaan, Senin (10/04/2023), di kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Sumber Panjalin Akkor, Palengaan, Pamekasan.
“Orang yang dikatakan mendapati lailatulqadar itu, dia yang di suatu malam tidak tidur, tapi tidak tidurnya karena beribadah,” jelas Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Pamekasan itu.

Waktu datangnya lailatulqadar, menurut perempuan yang akrab disapa Nyai Nur ini, masih menjadi misteri dan tidak ada yang tahu secara pasti waktu kedatangannya.
“Jadi mulai sekarang lebih giat lagi dalam beribadah. Siapa tahu kita bisa bertemu dengan lailatulqadar,” jelas ibu nyai yang saat menjabat sebagai Pembina PAC Muslimat NU Kecamatan Palengaan ini.
Nyai Nur menjelaskan, lailatulqadar lebih utama dibanding seribu malam. Pada waktu ini semua permintaan akan diijabah oleh Allah SWT. “Dan tanda-tandanya: cuaca di siang hari tidak panas, keadaan lingkungan tenang,” tukasnya
Kontributor: Dina (MNU. 03-003)
Editor: Ahnu

