JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, mengklarifikasi maraknya fitnah adanya kerja sama antara NU dengan Israel pasca kehadiran KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai nara sumber pada acara American Jewish Committee (AJC) Global Forum di Israel.
Menurut Guru Besar Tasawuf di UIN Sunan Ampel Surabaya itu, kedatangan Gus Yahya tidak atas nama NU. “Maka, kehadiran beliau (Gus Yahya. Red.) itu tidak ada kaitannya dengan misi Nahdlatul Ulama,” jelasnya, Selasa (12/06/2018) di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat.
Mantan aktivis PMII Yogyakarta itu juga menepis isu tentang adanya jalinan kerja sama antara Israel dengan organisasi yang dipimpinnya.
“Tidak benar kalau ada kerja sama antara Israel dan Nahdlatul Ulama. Wallahi, demi Allah. Apa yang saya katakan ini benar,” ujarnya.
Begitu juga tentang pertemuan Gus Yahya dengan Wakil Presiden Amerika Serikat. Menurut Kiai Said, pertemuan itu sama sekali bukan atas nama NU.
Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (Universitas Indonesia) itu juga menegaskan, bahwa PBNU sejak dulu sampai sekarang dan seterusnya akan selalu berpihak pada Palestina.
“Palestine adalah bangsa yang didholimi, ditindas oleh Israel dengan sangat kejam. Tanahnya direbut, rumahnya dihancurkan, dibangun rumah penduduk Israel. Penduduk aslinya diusir, bahkan yang melawan dibunuh,” tegasnya.
Di akhir klarifikasinya, Kiai Said kembali menegaskan bahwa sikap NU tidak akan pernah berubah. Selamanya akan berada di pihak Palestina.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

