NEWS

PCNU Pamekasan Minta Aparat Tidak Berikan “Karpet Merah” Pada Kelompok Intoleran

PAMEKASAN – Keberadaan kelompok intoleran yang akhir-akhir mulai berani menampakkan diri, menjadi atensi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan. Meski tergolong minoritas, kelompok tersebut dapat mengancam eksistensi negeri yang dikenal memiliki banyak keragaman ini.

Oleh karenanya, PCNU Pamekasan meminta aparat agar tidak “bermain” dengan kelompok intoleran, seakan-akan memberikan perhatian lebih kepada mereka. Sedangkan NU yang selama ini sering bekerja sama dan menjadi mitra bagi aparat, justru dinomerduakan dan tidak diperhatikan.

“Namun meskipun begitu, NU akan tetap menjadi Ormas (organisasi kemasyarakatan, Red.) yang cinta NKRI. Tanpa diminta, NU akan menjadi benteng pertahanan bangsa ini dari pihak-pihak yang berusaha merusak dan merongrong kebhinekaan,” ucap RP. KH. Najibul Khoir, Kamis pagi (17/09/2020).

Wakil Rais PCNU Pamekasan yang akrab disapa Kiai Najib itu meminta agar aparat menindak tegas siapapun yang selalu berbuat onar, membuat keresahan dan memprovokasi umat, terlebih yang biasa memainkan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) saat memasuki bulan September.

“Hentikan mereka yang selalu mengajak umat membenci negara dan membenci pemerintah yang dengan seenaknya menuduh kelompok lain PKI, menuduh pemerintah anti Islam. Saya minta aparat jangan takut, karena aparat itu dilindungi undang-undang. Kalau aparat diam saja, maka sama saja dengan memberi karpet merah pada mereka,” tegas putra KH. Sya’roni, Ketua GP Ansor pertama di Kabupaten Pamekasan itu.

Di tengah kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jabir, Kiai Najib mengatakan, ada kelompok masyarakat yang menyatakan siap berperang, dan secara terang-terangan mengaitkan kasus tersebut dengan kemunculan PKI tanpa bukti yang kuat. Meski pihak berwajib belum memberikan kesimpulan terhadap kasus ini, tapi mereka mendahului serta merasa lebih tahu dan paham.

“Lah, kami kan bertanya, aparat ke mana? Padahal kasus ini sudah di tangani polisi dan Syekh Ali Jaber sendiri sudah menyatakan jangan dikaitkan dengan politik dan menyerahkan kasusnya ke pihak berwajib. Ini kan kita bertanya, ada apa dengan aparat?” Ucap Kiai Najib.

Jika memang demikian sikap aparat, cicit Raja Pamekasan, R. Sosro Adikoro, tersebut menegaskan, PCNU Pamekasan akan menarik diri dan keluar dari kebersamaan yang terbangun selama ini.

“Mari kita jalani alur perjuangan kita masing-masing,” Kiai Najib memungkasi.


Reporter: Aboonk
Editor: Wiyono