Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim
NEWS

PCNU Pamekasan Minta Pemkab Fasilitasi Santri yang Hendak kembali ke pesantren

PAMEKASAN – Setelah menjalankan libur panjang Idul Fitri, santri dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia saat ini sudah mempersiapkan diri untuk kembali ke pesantren masing-masing, termasuk santri dari Kabupaten Pamekasan yang mondok di luar kota.

Mengingat hal itu, Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim meminta, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memfasilitasi para santri yang hendak kembali ke pesantren dalam memenuhi persyaratan, sesuai aturan yang ditetapkan pesantren masing-masing.

Menurut Kiai Taufik, selama masa Pandemi Covid-19, banyak pesantren-pesantren, khususnya di luar pulau Madura, yang menerapkan aturan khusus dalam mengantisipasi penyebar virus Covid-19.

“Ada pesantren yang mengharuskan santri yang akan kembali ke pesantrennya untuk membawa hasil rapid test antigen, ada juga yang mengharuskan membawa hasil rapid test biasa. Rupanya, hal ini membuat wali santri sedikit kerepotan,” jelas Kiai Taufik, Selasa (18/05/2021), saat ditemui di kediamannya, PP. Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri itu mengaku, pihaknya banyak menerima masukan dari para wali santri maupun dari beberap persatuan alumni pesantren, agar ada solusi dari Pemkab Pamekasan terkait masa kembali santri ini.

“Kita lihat saat ini, ada santri asal pamekasan yang mondok di Sidogiri, Paiton, Sukorejo, Lirboyo, bahkan ada yang di luar provinsi, seperti Sarang. Maka, hal ini perlu perhatian dan solusi terkait syarat-syarat yang berkaitan dengan penanggulangan covid-19,” pungkasnya.


Reporter: Citizen
Editor: Citizen