PAMEKASAN — Memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kadur menggelar acara “Tabligh Akbar” bersama KH. Syamsuddin, Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa timur dengan tema “Memantapkan Islam Nusantara Untuk Indonesia”, Ahad malam (17/03/2019), di Yayasan Miftahul Anwar Klompek, Pamoroh, Kadur.
Awalnya, acara yang dimulai sekitar jam 20:30 WIB tersebut, mengundang KH.Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur, namun berhalangan hadir karena harus mendampingi KH. Ma’ruf Amin pada debat Calon Wakil Presiden (Cawapres).
Terlihat di atas panggung utama: KH. Afifuddin Thoha (Rais Syuriah PCNU Pamekasan), KH. Nawawi Mu’in (Mustasyar PCNU Pamekasan), KH. Taufik Hasyim (Ketua PCNU Pamekasan), KH. Ihya’uddin Yasin (Rais MWCNU Kadur), K. Baidhowi (Ketua MWCNU Kadur), Kapolsek bersama Koramil Kadur, Muslimat NU, Fatayat, IPNU-IPPNU, dan Warga NU se-Kecamatan kadur.
Dalam sambutannya, Kiai Ihya’uddin atas nama panitia mengatakan, acara tersebut guna memantapkan pemahaman warga NU terhadap Islam Nusantara.
“Karena banyak, khususnya kalangan warga NU, yang gagal paham terhadap adanya islam Nusantara ini, sehingga malam ini kita harus mengaji betul kepada pengurus yang ada di wilayah untuk memberikan pemantapan,” tuturnya.
Ia juga mendoakan warga yang tetap setia tidak beranjak dari tempat walau diguyur hujan.
“Terimakasih sebesar-besarnya kepada warga Nahdiyin dan Nahdhiyat sampai saat ini masih tidak beranjak. Semoga mendapat barokah para ulama NU dan diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim,” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Anwar Klompek tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kiai Taufik Hasyim menghimbau kepada masyarakat Kadur agar menjadi warga NU yang Kaffah.
“Karena hari ini sudah banyak yang ngaku NU, tapi alirannya di luar amaliyah NU. Jadilah NU bukan rasa wahabi, bukan rasa HTI. Tapi jadilah NU yang benar-benar NU,” tutur beliau diiringi tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Kiai Syamsuddin dalam ceramahnya menjawab dua poin penting yang selama ini dijadikan alat ‘menyerang’ oleh selain NU, yakni Mas’ul al-Diniyah dan Mas’ul al-Wathaniyah.
Di akhir acara, Panitia mengumumkan para pemenang lomba yang telah digelar sebelumnya yakni cerdas cermat MI-SD, MTs-SMP, nasyid islami tingakt MI-SD, menggambar tingkat PAUD se-Kecamatan Kadur.
Reporter: Syarofi
Editor: Ahnu

