“Selain dari kesibukan di sini yang harus dikorbankan, ekonomi dan keluarga juga harus ‘dikorbankan’. Selain itu jarak tempuh yang sangat jauh sehingga tenaga menjadi taruhannya,” tuturnya.
Usai menyelesaikan S2, Usman menjadi dosen tetap di IAI-MU Pamekasan. Kemudian, barulah ia melanjutkan studi S3-nya di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Ketika menempuh studinya di kampus tersebut, Ketua Aswaja NU Center MWCNU Karangpenang itu melaksanakan Ujian Sidang Terbuka atau promosi doktoral dan lulus dengan predikat Cum Laude.
Prestasi yang ia raih di antaranya bisa menulis dua artikel diterbitkan jurnal Sinta 2, serta menulis buku yang akan diterbitkan Desember 2021 ini dengan judul “Keteladanan Dalam Pembinaan ESQ”, dan studi tercepat yang ditempuh dua tahun dengan predikat Cum Laude.
Pengurus Ikatan Keluarga Besar Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (IKBAS PPMU) Panyeppen Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Karangpenang ini berpesan kepada mahasiswa yang sedang berproses di dunia pendidikan agar semangat dan jangan pernah putus asa. Untuk menjadi seorang yang hebat, menurutnya, harus merasakan pahitnya mencari ilmu.
“Pesan saya kepada seluruh mahasiswa yang sedang berproses, harus pantang menyerah selama berproses baik di kampus maupun di organisasi seperti di PMII. Asalkan sungguh-sungguh, maka akan tercapai kepada tujuan. Dalam mencari ilmu memang pahit awalnya, tapi akhirnya sangat manis dan lezat melebihi madu asli,” pesannya.
Akibat pandemi, Mohammad Usman melaksanakan wisuda secara online di rumahnya, Selasa (30/11/2021).
Reporter: Asyari
Editor: Redaktur

