PAMEKASAN — Kisah menarik dan inspiratif datang dari salah satu alumni aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan, bahkan bisa menjadi kebanggaan semua orang terutama di desanya. Ia berhasil menyandang gelar Doktor dan lulus dengan predikat Cum Laude.
Dr. Mohammad Usman, M.Pd merupakan putra Karangpenang Oloh Sampang. Ia lahir 10 Februari 1984 di Desa Karangpenang Oloh. Dia tidak terlahir dari keluarga berlatar belakang pendidikan tinggi, dia juga terlahir dari keluarga yang sederhana. Meskipun demikian, tak menyurutkan semangat dan tekadnya begitu saja dalam mengenyam pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan menengahnya, Usman melanjutkan pendidikan formal di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan Pamekasan. Kemudian, lanjut ke perguruan tinggi di STAI Miftahul Ulum yang kini menjadi Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAI-MU) Pamekasan.
Perjuangannya menempuh pendidikan tidaklah mudah. Usman saat itu sembari mengajar di beberapa lembaga pendidikan untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya.
“Saya harus mengajar di beberapa lembaga waktu itu, hal tersebut didasari karena kebutuhan saat menjalankan pendidikan, dan saya tidak ingin terus-menerus minta kepada orang tua melihat saya sudah dewasa, karena beliau dari kecil sudah merawat saya,” ujarnya.
Kecintaan Usman pada dunia pendidikan, membuatnya tak hanya mau meraih gelar S1. Akhirnya melanjutkan studi S2 di Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik. Di tengah kesibukannya jarak yang cukup jauh harus ia tempuh dalam menyelesaikan Pascasarjana itu, dia harus banyak yang di korbankan.

