PAMEKASAN — Kekeringan akibat kemarau panjang menyebabkan masyarakat beberapa daerah di Pamekasan kesulitan mendapatkan air bersih. Tidak jarang, mereka harus merogoh kocek demi mendapatkan air bersih. Hal itu juga dirasakan oleh masyarakat di Desa Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan.
Melihat kondisi ini, pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Larangan Badung, Kamis (14/11/2019) siang, menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Dusun Beltok, dusun yang yang mengalami kekeringan paling parah dibandingkan dusun-dusun lain di Desa Larangan Badung.
“Kami prihatin melihat masyarakat setiap hari kesulitan mendapatkan air bersih. Mungkin bagi masyarakat yang ekonominya mampu tidak sulit mendatangkan air. Tapi, bagi masyarakat yang kurang mampu itu sangat menjadi beban,” ucap Akh. Hadi Rafi’i, Ketua PR GP Ansor Larangan Badung.
Atas keprihatinan itu, lanjut Rafi’i, dirinya bersama anggota dan kepengurusan GP Ansor Larangan Badung berinisiatif mengadakan patungan seikhlasnya guna memenuhi kebutuhan dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Dana kita patungan seikhlasnya. Sedangkang air kita ambil dari sumber bor miliknya H. Ahmad, yang punya pabrik rokok Cahaya,” lanjut alumni Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan itu.
Ia berharap, bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
“Mungkin (bantuan. Red.) ini tidak seberapa. Tapi, paling tidak kami dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat,” punkasnya.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

