PAMEKASAN — “Habislah sudah masa yang suram, selesai sudah derita yang lama”. Penggalan mars Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu seolah menjadi Grand Tema pada pergelaran Rapat Tahunan Komisariat (RTK) PMII Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan kemarin, Ahad (23/02/2020), di Mushalla Pergerakan, Bettet, Pamekasan.
Permusyawaratan tertinggi di tingkat komisariat itu selain membahas tentang garis-garis penting organisasi selama satu tahun ke depan, juga dilangsungkan pemilihan pimpinan tertinggi di tingkat komisariat. Berkenaan hal ini, PMII UIM Pamekasan sukses merumuskan beberapa gagasan besar dalam proses RTK-nya, diantaranya yaitu tentang design kaderisasi yang diupayakan agar bisa beradaptasi dengan waktu dan local wisdom yang ada di lingkungan UIM Pamekasan sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan.
Tak hanya itu, RTK Ke XXXII itu juga sukses melahirkan nakhoda baru, yaitu Ali Wafa sebagai Ketua Komisariat PMII UIM masa khidmat 2020-2021 menggantikan pendahulunya Nurul sebagai ketua komisariat periode sebelumnya.
Ali Wafa mengungkapkan, RTK bukan hanya tentang pemilihan pimpinan, akan tetapi di dalamnya juga terdapat proses yang tak kalah penting, yakni pembahasan tentang garis-garis penting organisasi penentu arah gerakan organisasi selama satu periode ke depannya. Lebih lanjut, reporter NU Online Pamekasan itu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta membantu menyukseskan RTK ke XXXII.
“RTK bukan hanya tentang pemilihan pimpinan, akan tetapi ada hal yang tak kalah penting yaitu proses penentuan arah gerak organisasi selama satu periode kedepan, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan RTK ini,” ucapnya.
Tak hanya itu, pada momen penyampaian prakata ketua terpilih, Ali Baba, panggilannya, mengatakan, dirinya akan berusaha menjadi pemimpin bagi semua kader PMII UIM Pamekasan tanpa terkecuali, bukan pemimpin orang-orang tertentu, bukan pula pemimpin kelompok-kelompok tertentu, melainkan menjadi pemimpin bagi semua kader PMII, untuk kader PMII, demi PMII ke depan lebih baik lagi.”Saya terpilih sebagai pemimpin bagi semua kader PMII tanpa terkecuali, bukan pemimpin dari orang-orang tertentu, bukan pula pemimpin dari kelompok-kelompok tertentu,” tegasnya.

Reporter NU Online Pamekasan Terpilih Jadi Ketua PMII UIM
Pages: 1 2
