NEWS

Resah Keadaan Menjelang Pemilu, Ketua NU Pamekasan Minta Tokoh Masyarakat Berikan Pendidikan Politik yang Baik

PAMEKASAN – Pemilihan umum (Pemilu) Presiden tinggal menghitung hari. Menjelang pelaksanaannya, tidak sedikit beredar konten-konten provokatif berbentuk potongan video maupun pesan suara. Keadaan ini membuat masyarakat prihatin, termasuk Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH Taufik Hasyim.

Ditemui di Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Kiai Taufik meminta kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemerintah dan semua pihak agar menahan diri serta tidak menanggapi ungkapan apapun yang membuat suasana tidak kondusif. Kiai Taufik juga meminta para tokoh agar mendahulukan tabayun dan saling silaturahmi.

“Tokoh agama maupun tokoh masyarakat seharusnya mengedepankan tabayun dan saling silaturahmi untuk menyelesaikan semua persoalan di tengah-tengah masyarakat baik persoalan sosial, politik maupun masalah apa saja, khususnya menjelang Pemilu,” paparnya, Senin (29/01/2024).

Ungkapan-ungkapan provokatif yang beredar ini, lanjut alumnus Ma’had Riyadhul Jannah Roseifah, Makkah, Arab Saudi ini, akan mengganggu kondusifitas dan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah-tengah masyarakat.

“Mohon tidak mengungkapkan ujaran yang provokatif dan kata-kata yang membuat suasana tidak kondusif agar masyarakat menjadi tenang dalam berkehidupan, tenang dalam bekerja, khusyuk dalam beribadah dan nyaman beraktivitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kiai Taufik juga meminta para tokoh tersebut agar memberikan pendidikan politik yang baik serta menjelaskan kepada umat, bahwa pemilu merupakan proses demokrasi yang dilaksanakan setiap lima tahun. Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, perbedaan pilihan merupakan hal yang tidak bisa dihindari dan harus disikapi secara dewasa.

“Karena ini pemilu, maka sangat mungkin yang lima tahun lalu sama pilihan dan dukungannya, bisa jadi Pemilu sekarang kita beda dalam pilihan politik; dan juga bisa jadi sekarang sama pilihannya, tapi lima tahun lagi menjadi beda. Itulah demokrasi, dan itulah politik. Maka, mari kita sikapi ini dengan dewasa dan bermartabat guna memberikan pendidikan politik pada umat,” pungkas kiai yang saat ini menjabat Kordinator NU Koordinasi Daerah (Korda) Madura ini.


Reporter: Ahnu

Editor: Redaktur