PAMEKASAN – Ma’had Tibyan Li al-Shibyan (MTLS) Miftahul Ulum Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan, menggelar Rihlah Ilmiah menghadirkan Ustadz H. Ach. Qusyairi Ismail, Koordinator Tim Kelola Al-Miftah (Tatimmah) Pondok Pesantren Sidogiri, sebagai pemateri, Jumat (06/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya keberkahan ilmu sebagai tujuan utama dalam proses pendidikan dan pembelajaran di pesantren.
Ustadz Qusyairi menjelaskan, pesantren bukan hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga lingkungan yang erat dengan nilai-nilai keberkahan. Menurutnya, keberkahan merupakan salah satu hal penting yang perlu diupayakan oleh setiap penuntut ilmu.
Salah satu upaya untuk memperoleh keberkahan tersebut ialah mendatangi lingkungan pendidikan yang dibangun oleh orang-orang saleh. Lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perjalanan keilmuan para santri.
Ia juga memberikan contoh keberkahan melalui Kitab Jurumiyah yang memiliki ukuran kecil, tetapi hingga kini tetap dipelajari di berbagai lembaga pendidikan dan menjadi rujukan penting dalam pembelajaran ilmu nahwu.
“Keberkahan ilmu tidak dapat dipisahkan dari kesungguhan dalam belajar, menjaga hubungan dengan Allah Swt., serta menghormati guru. Ketiga hal tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kepribadian penuntut ilmu yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki adab,” tegasnya.
Selain itu, Ustadz Qusyairi mengajak para santri meneladani perjalanan keilmuan sejumlah ulama besar, di antaranya Imam Asy-Syafi’i, Imam Al-Ghazali, Imam An-Nawawi, dan Imam Tajuddin As-Subki.
“Usia seseorang bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Hal yang penting itu diukur sejauh mana ilmu dan karya yang ditinggalkan mampu memberikan manfaat bagi umat, bahkan setelah pemiliknya wafat,” pesannya.
Kontributor: Hakam (MNU-X.10.005)
Editor: Ary

