News

Kisah Bi’r Ar-Raji’ dan Bi’r Ma’unah, Ustadz Qusyairi Ajak Santri Teladani Pengabdian Sahabat Nabi

PAMEKASAN – Koordinator Tim Kelola Al-Miftah (Tatimmah) Pondok Pesantren Sidogiri, Ustadz H. Ach. Qusyairi Ismail, mengajak para santri Ma’had Tibyan Li al-Shibyan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan, meneladani keteguhan dan pengabdian para sahabat Nabi dalam memperjuangkan agama. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rihlah Ilmiah, Jumat (06/11/2026) di Halaman Pesantren.

Dalam tausiahnya, Ustadz Qusyairi mengisahkan dua peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Islam, yakni Bi’r Ar-Raji’ yang melibatkan sahabat Khubaib bin ‘Adi dan Bi’r Ma’unah yang melibatkan sejumlah sahabat Nabi. Kedua peristiwa tersebut menggambarkan pengorbanan dan keteguhan para sahabat dalam menjalankan tugas dakwah.

“Seorang santri tidak cukup hanya menuntut ilmu. Santri juga harus memiliki semangat pengabdian dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk berkontribusi dalam perjuangan agama,” pesannya.

Ia menekankan bahwa perjuangan agama membutuhkan keimanan, keteguhan prinsip, dan kesediaan untuk berkorban. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan santri dalam kehidupan sehari-hari serta dalam mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kecintaan dan penghormatan kepada para sahabat Nabi serta Ahlul Bait. Sikap tersebut merupakan bagian dari prinsip Ahlussunnah wal Jamaah yang perlu dipahami dan diamalkan oleh kalangan pesantren.

“Jangan pernah melupakan jasa guru, kiai, dan orang tua. Senantiasalah mendoakan orang-orang yang telah memberikan ilmu, bimbingan, serta pengorbanan dalam perjalanan hidup kita,” pesannya kepada para santri.


Kontributor: Hakam (MNU-X.10.005)
Editor: Ary Hidayat