PAMEKASAN — Ratusan perahu hias milik para nelayan Desa Padelegan, Pademawu, Pamekasan berjejer di sepanjang Pantai. Perahu-perahu tersebut akan mengikuti tradisi tahunan rokat tase’ atau petik laut, tradisi yang diwariskan turun-temurun guna memohon keberkahan kepada Sang Pencipta.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada pelaksanaan rokat tase’ kali ini semua perahu hias memajang bendera jam’iyah Nahdlatul Ulama. Diketahui, bendera-bendera tersebut merupakan hadiah yang diberikan secara simbolis oleh Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Pamekasan kepada para nelayan melalui H. Ibnu Hajar, Kepala Desa setempat, Kamis (04/04/2019).
Ketua Panitia Rokat Tase’, H. Subari, merasa senang mendapat hadiah bendera NU. Ia berharap, bendera-bendera tersebut menjadi azimat dan perantara keberkahan bagi para nelayan di desanya saat mereka melaut. Tidak hanya itu, ia juga turun tangan membantu para nelayan memasangkan bendera di perahunya.

Mahfud Effendi selaku Ketua BKNU Pamekasan mengaku pihaknya merasa perlu turut serta memeriahkan tradisi tahunan tersebut. Karena menurut Dosen Program Studi Kelautan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan ini, sebagai warisan leluhur, rokat tase’ harus dilestarikan.
“Nelayan itu, dengan prinsip kerja abental ombe’, asapo’ angin (berbantal ombak, berselimut angin. Red.) betul-betul menggambarkan keikhlasan bekerja dengan kepercayaan yang tinggi kepada karunia Tuhan. Mengingat ikan yang akan mereka tangkap tidak terlihat kasat mata. Karenanya, mereka membutuhkan dukungan doa dan pengharapan dari para guru-guru mereka, yaitu kiai-kiai NU,” tandasnya.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

