BANGKALAN – Menyikapi dinamika keagamaan, politik dan kebangsaan memasuki tahun politik di Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Madura menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi, Selasa (4/12/2018) di Hotel Ningrat Bangkalan.
Pertemuan yang dihadiri HM. Jazuli Nur, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Korda Madura tersebut, menghasilkan lima pernyataan bersama.
Berikut pernyataannya, pertama; mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa konsisten mengamalkan prinsip-prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah yang rahmatan lil ‘alamin, berorientasi pada prinsip ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah.
Kedua; berkomitmen menyukseskan proses demokrasi sebagai perwujudan dari cita-cita politik kebangsaan Nahdhatul Ulama yang menjunjung tinggi persatuan, demi kemaslahatan bangsa dan negara.
Ketiga; mengutukkeras terhadap agitasi yang sengaja digulirkan oleh kelompok eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan kelompok radikal, yang terus menerus melancarkan propaganda sehingga berujung terpecah belahnya umat, dimana mereka telah menjadikan agama sebagai alat politik.
Keempat; menyayangkan segala bentuk fanatisme terhadap golongan atau pilhan partai politik yang berujung pada lahirnya perilaku-perilaku amoral, menyebarkan kebencian, bahkan tindakan-tindakan anarkis.
Kelima; mengajak segenap tokoh masyarakat, elit politik dan segenap lapisan masyarakat untuk senantiasa mengokohkan jalinan kerja sama yang baik antara ulama dan umara, demi kepentingan serta kemaslahatan umat, bangsa dan agama sebagaimana maqalah imam Abu Hamid A-Ghazali:
الدين اصل والسلطان حارس
“Agama merupakan fondasi, sedangkan kekuasaan negara adalah penjaganya”
Reporter: Abror
Editor: Ahnu

