News

Siapkan Kader Problem Solver, Lakpesdam PCNU Pamekasan Gelar Rakorda dan ToT-CO

Pascagiat ini, peserta akan diterjunkan ke lapangan berbekal materi yang diterimanya, seperti: Pengantar CO, Analisis SWOT, Ansos. Mereka akan dibagi menjadi lima berdasarkan wilayah untuk melakukan aksi pengorganisasian di lapangan.

“Pascapelatihan ini, peserta itu selama tiga bulan ke depan sudah harus melakukan aksi-aksi di MWC (NU, Red). Aksinya apa? Ya, pemetaan masalah, problem solving, kemudian juga bagaimana penguatan jamiyah. Itu tugas utamanya. Pada bulan ke empat, nanti akan dilakukan pertemuan lagi,” lanjut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pamekasan ini.

Usai dilakukan pemetaan persoalan di lapangan, seluruh pengurus Lakpesdam, baik di tingkat MWCNU maupun PCNU, akan bertemu kembali dalam sebuah forum workshop guna membedah permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh PRNU dan MWCNU di daerah masing-masing untuk dicarikan solusi terbaik.

“Jadi, nanti (peserta, Red) dibagi region (wilayah, Red): region satu kecamatan apa dan kecamatan apa, region dua kecamatan apa dan kecamatan apa. Jadi, ada lima region. Nanti masing-masing region itu selama tiga bulan, empat bulan akan menjadi tuan rumah (pelaksanaan workshop, Red). Jadi, selama satu tahun ke depan, penguatan MWC dan Ranting ini akan digalakkan oleh Lakpesdam,” imbuhnya.

Melalui agenda tersebut, alumnus Pondok Pesantren An-Nuqayah Sumenep ini berharap para peserta bisa memajukan dan menggerakkan PRNU dan MWCNU di wilayahnya masing-masing.

Bertindak sebagai pemateri: KH. Mahmudi Zain (penggerak Community Development), KH. Dardiri Zubairi (pakar CO yang saat ini menjabat Wakil Ketua PCNU Sumenep).


Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur