PAMEKASAN — Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) secara online melalui video conference, Kamis malam (26/03/2020).
Rakorwil tersebut dilaksanakan guna menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor yang juga dilangsungkan melalui Video Conference dengan melibatkan seluruh Ketua PW GP Ansor Se-Indonesia, berkenaan dengan badai musibah Covid-19.
Rapat yang dimulai pukul 19.00 WIB itu melibatkan seluruh pengurus harian PW GP Ansor Jawa Timur, dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi dan Sekretaris Ahmad Ghufron Siradj.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur mengawali pembicaraan dengan menyampaikan hasil Rakornas tentang penghentian semua kegiatan yang tidak memenuhi standar Alat Perlindungan Diri (APD) sebagai upaya pencegahan pendemi Covid-19.
Gua Syafiq, sapaan akrabnya, mengimbau seluruh jaringan organisasi GP Ansor agar terus update memantau situasi. Ia menambahkan, hal tersebut penting disampaikan, karena prediksi dan kajian yang dilakukan oleh PP GP Ansor melalui Ketua Umum, Gus Yaqut Cholil Qoumas, meprediksi puncak pandemi virus itu sampai bulan juni.
“Seluruh kader harus bersiap dengan situasi terburuk, mengingat prediksi puncak pandemi Covid-19 ini bulan Juni. Artinya, ada beberapa bulan lagi yang apapun situasinya bisa saja terjadi, termasuk lockdown,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ghufron Sirodj mengajak seluruh elemen GP Ansor Jawa Timur agar melakukan inventarisasi jaringan eksternal yang bisa diakses bantuannya supaya disalurkan melalui GP Ansor Jawa Timur.
“Kantor PW GP Ansor Jawa Timur dalam status siaga. Kami akan menjadikan kantor PW GP Ansor sebagai pusat informasi dan tempat inventarisir kebutuhan misi kemanusiaan Ansor Jatim melawan pandemi Covid-19,” ungkap Ra Gopong, sapaan akrabnya.
Sementara itu, Komandan Satuan Koordinasi Wilayan (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur, H.M. Irsyad Yusuf menegaskan, sesuai arahan PP GP Ansor tentang protokol penangangan Covid19, menginstruksikan kepada seluruh Kader Banser yang saat ini secara swadaya bergerak di masyarakat agar mematuhi standar keselamatan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan para ulama, agar terjalin sinergi yang yang massif dalam mencegah sebaran Covid-19.
“Seluruh Kader Banser yang bertugas dalam penanganan Covid19 harus dilengkapi dengan APD. Jika tanpa APD, saya instruksikan kepada kader untuk menarik diri demi menjaga kesehatan kader dan keluarganya,” tegas Gus Irsyad, sapaannya.
Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu

