NEWS

Suara Nahdliyin Pamekasan Untuk Kapolda Jatim

PAMEKASAN – Hampir setengah bulan pelimpahan penyelidikan dari Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) atas kasus ujaran kebencian terhadap Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik yang disebut simpatisan PKI oleh pemilik akun Facebook bernama Muhammad Izzul tidak ada titik terang.

Hal tersebut menimbulkan banyak tanda tanya di benak masyarakat, khususnya warga NU atau Nahdliyin Pamekasan. Demikian diungkapkan Maltuful Anam, Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan 9 Kawal kasus Muhammad Izzul, Selasa malam (20/10/2020) di Kantor PC GP. Ansor Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95 Pamekasan.

Anam, sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya merasa kebingungan menerima banyak pertanyaan tentang proses dan perkembangan kasus Muhammad Izzul, lantaran, menurutnya, masyarakat dan warga NU Pamekasan sudah tahu, kalau kasus hate speech tersebut sudah dilimpahkan dari Polres Pamekasan ke Polda Jatim

“Maka dari itu, kami memasrahkan penuh proses ini kepada Polda Jatim, karena adanya Kapolda dengan kapasitas yang dimilikinya sangat mudah untuk mengungkap kasus ini, apalagi Polda Jatim mempunya tim cyber crime dan alat yang sangat mumpuni,” jelas Ketua PC MDS Rijalul Ansor Pamekasan itu.

Lebih lanjut, Mantan aktivis PMII tersebut menjelaskan, statemen Kapolda Jatim yang dekat dengan Ulama dan akan berada di barisan terdepan, ketika ada Ulama yang dilecehkan perlu diacungi jempol.

“Kami nilai, kalau kinerja yang ditunjukkan Kapolda Jatim selama ini sudah layak menduduki jabatan Kapolri. Akan tetapi, sudah hampir setengah bulan menerima kasus Muhammad Izzul yang dilimpahkan dari Polres Pamekasan tidak kunjung ada titik terang pengungkapan pelaku,” imbuhnya.

Selain kebingungan menjawab pertanyaan, Anam mengaku khawatir tidak bisa menahan kesabaran warga NU, apabila proses penyelidikan terhadap akun Facebook Muhammad Izzul dibiarkan berlarut-larut.

“Semoga kasus ini tidak merusak reputasi Kapolda yang selama ini dinilai positif oleh masyarakat Jawa Timur,” harapnya.


Reporter: Mahmud AL
Editor: Aboonk