PAMEKASAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar Lomba Melukis Wajah Tokoh NU di aula lantai 2 Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sekaligus wadah bagi santri dan generasi muda untuk mengekspresikan kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama melalui seni lukis.
Fahrur Rosi, Penanggung Jawab (Pj.) Lomba Melukis Wajah Tokoh NU, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda. Menurutnya, seni dapat menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan terhadap NU sekaligus mengenalkan nilai-nilai perjuangan organisasi kepada generasi penerus.
“Yang melatarbelakangi penyelenggaraan lomba Melukis Wajah NU ini adalah keinginan kami untuk menghadirkan ruang kreativitas bagi para santri dan generasi muda dalam mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Nahdlatul Ulama melalui seni,” ujar Fahrur Rosi.
Ia menambahkan, peringatan HSN diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, mengenalkan identitas NU, serta mendorong lahirnya generasi yang kreatif tanpa meninggalkan tradisi dan sejarah Nahdlatul Ulama.
Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pamekasan, Musannan, menilai seni lukis dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan sejarah dan perjuangan secara kreatif. Melalui penggambaran wajah tokoh NU, peserta diharapkan tidak hanya mengutamakan keindahan karya, tetapi juga memahami nilai-nilai yang melekat pada tokoh yang dilukis.
“Melalui lomba Melukis Wajah [Tokoh} NU, para peserta tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang indah, tetapi juga diharapkan memahami nilai dan perjuangan yang direpresentasikan dalam karya mereka,” kata Musannan.
Menurutnya, pengenalan terhadap tokoh-tokoh NU melalui seni dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda dengan sejarah dan tradisi organisasi. Dengan demikian, kecintaan terhadap NU tidak berhenti pada pengenalan nama, tetapi juga diwujudkan melalui pemahaman sejarah dan upaya menjaga warisan perjuangannya.
Musannan berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mengambil bagian dalam merawat tradisi dan meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama melalui kemampuan masing-masing. Kreativitas di bidang seni, menurutnya, dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai ke-NU-an.
Reporter: Risma
Editor: Ahnu

