NEWS

Aktif Perjuangkan Perdamaian Dunia, PBNU Masuk Nominasi Penerima Nobel

BANGKALAN — Beberapa waktu lalu Nahdlatul Ulama (NU) masuk nominasi nomor 7 penerima hadiah nobel perdamaian dunia atas kiprahnya membantu menyelesaikan konflik di beberapa negera seperti Afghanistan, Syiria, Yaman, Myanmar, Thailand Selatan. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Marsudi Syuhud saat menjadi pembicara dalam acara Konsolidasi dan Dialog Kebangsaan yang digelar oleh NU Korda Madura, Sabtu (06/10/2019) siang di Pendopo Pratanu Bangkalan.

Mantan Sekretaris Jenderal PBNU itu melanjutkan, enam urutan di atas NU rata-rata ditempati oleh organisasi-organisasi di bawah PBB dan Amerika Serikat.

Menurutnya, raihan ini sangat berkaitan erat dengan empat pilar misi NU, yakni Nahdlatul Wathan (kebangsaan), Tashwirul Afkar (pendidikan), Nahslatut Tujjar (ekonomi), dan Komite Hijaz (internasional). Empat pilar misi ini, lanjut Kiai Marsudi, menjadi alasan bagi NU selalu turut serta memperjuangkan perdamaian dunia.

“Dalam konteks kasus Wamena, NU selalu memperjuangkan dan berdiplomasi tentang keutuhan NKRI, sehingga tidak ada ruang dan peluang bagi golongan separatis untuk merdeka. Bagaimana mereka (separatis. Red.) akan memproklamirkan kemerdekaan jika negara-negara di dunia tidak mengakui kemerdekaan itu?” Ungkapnya.

Tidak hanya itu, Kiai Marsudi juga menyampaikan tentang aksi 212. Dalam aksi itu, KH Ma’ruf Amin hadir sebagai pendukung. Di sisi lain, KH. Said Aqil Siroj dengan tegas melarang warga NU hadir ke Jakarta, sehingga terkesan sangat kontroversial. Sikap kontroversial ini, menurut Kiai Marsudi, merupakan strategi tingkat tinggi, karena mengandung maqashid syari’ah (tujuan agama); kedua-duanya membawa maslahat: Kiai Ma’ruf membawa maslahat bagi kelompok 212 dan Kiai Said membawa mashlahat pada warga NU.

“Bisa dibayangkan kalau kiai Said menginstruksikan warga NU hadir pada 212. Betapa ruwetnya Jakarta? Produk dari strategi ini adalah menghasilkan Kiai Ma’ruf sbg Wapres (Wakil Presiden. Red.),” ujarnya.

Ditemui usai acara, KH. Zainul Hasan, Wakil Ketua PCNU Pamekasan, mengapresiasi pertemuan tersebut. Ia berharap, keberadaan NU Korda Madura dapat memberikan manfaat bagi perjuangan organisasi dan umat Islam pada umumnya.


Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono