PAMEKASAN – Sebanyak 54 warga asal Desa Lenteng, Kecamatan Roppo, Kabupaten Pamekasan, diamankan Polda Jawa Timur di pintu masuk jembatan Suramadu, Bangkalan, Senin (20/5/2019). Mereka yang akan mengikuti aksi unjuk rasa atau people power di Jakarta pada 22 Mei mendatang, tertahan di Polda Jawa Timur lantaran dalam bus mini Elf yang mereka tumpangi, ditemukan barang yang diduga bom molotov.
Dikutip dari tribunnews.com, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luky Wahyu menjelaskan, mobil elf warna hijau dengan nomor polisi M 7250 A diperiksa petugas di Suramadu. Di dalamnya ditemukan empat buah botol bersumbu alis bom molotov.
“Dicium dari aromanya, empat botol bersumbu itu diisi minyak tanah. Dugaan sementara itu bom molotov,” ujar Luky.
Rombongan tersebut, diduga akan mengikuti aksi unjuk rasa ke Jakarta pada 22 Mei lusa. Mereka mengenakan pakaian gamis warna putih, juga berkopiah putih. Mereka berangkat dari Pamekasan sejak Senin pagi.
Sementara Wasil (37), supir bus elf mengatakan, para penumpang itu tujuannya sampai Bandara saja, tidak sampai ke Jakarta. Wasil mengaku, rombongan terdiri dari para santri asal Desa Lenteng, Kecamatan Proppo.
“Tidak ke Jakarta mereka, karena mobil hanya disewa sehari saja. Mereka minta diantar sampai bandara Juanda saja karena mau menjemput kiainya,” ungkap Wasil.
Penulis : Rosy
Editor : Taufiqurrahman

