NEWS

Umat Lintas Agama di Pamekasan Bagikan Takjil

PAMEKASAN – Pimpinan umat antar agama di Kabupaten Pamekasan, membagi-bagikan takjil kepada pengendara yang melintas di Jl R Abdul Aziz, tepatnya di depan kantor PCNU Pamekasan, Senin (20/5/219). Mereka di antaranya, perwakilan ulama KH. Muhlis Nasir, Romo Fransiskus Borgias Deddy Sulistya, pastor gereja katolik Pamekasan, dan ketua yayasan Vihara Avalokitesvara, Polagan, Galis.

Seratusan takjil yang diberikan kepada pengendara, ludes dalam hitungan menit. Warga yang kebagian takjil, mengaku bangga dengan aksi yang digagas oleh Komunitas Gusdurian Ataretan Santre Gus Dur Pamekasan.

Salah satunya Hasan, asal Tlanakan Pamekasan. Pria yang juga penarik becak ini mengatakan, di tengah memanasnya situasi politik, ada golongan umat antar agama yang menjadi penyejuk dan pendingin keadaan.

“Semoga umat antar agama di Pamekasan semakin harmonis dan rukun,” tuturnya.

Muhammad Abror, koordinator kegiatan menjelaskan, aksi yang melibatkan penganut agama berbeda di Pamekasan, sebagai implementasi sembilan nilai utama Gus Dur, terutama di bidang kemanusiaan. Ajaran ini berisi tentang penghormatan terhadap status manusia sebagai mahluk yang majemuk. Sehingga kemajemukan itu jika dirajut menjadi satu, akan menguatkan persaudaraan antar sesama anak bangsa (ukhuwah wthaniyah).

“Ajaran Gus Dur tentang kemanusiaan yakni memuliakan manusia meskipun berbeda agama sekalipun. Sebab hal itu menjadi pemersatu kemanusiaan dan kebangsaan,” kata Abror.

Pemuda yang akrab disapa Abonk ini mengungkapkan, persaudaraan antar anak bangsa perlu terus ditingkatkan mengingat kondisi bangsa hari ini yang rentan diterpa isu-isu SARA. Jika silaturahim tidak diperkuat, maka bangsa ini tercerai berai.

“Lupakan perbedaan politik saat Pemilu kemarin. Saat ini kita satukan kembali tekada berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI dan ideologi Pancasila,” tegasnya.

Penulis : Ahnu
Editor : Taufiqurrahman