PAMEKASAN — Pelaksana Harian (Plh.) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Balya Firjaun Barlaman mengajak pengurus NU mempertahankan jiwa kesantrian meskipun menduduki jabatan maupun kepengurusan karena itu bersifat sementara.
Gus Firjaun, sapaan akrabnya, menyampaikan ajakan tersebut saat kick off peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Kamis malam (01/10/2026), di aula lantai II Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan, Jalan R. Abdul Aziz No. 95, Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur.
“Saya yakin pengurus PCNU [Kabupaten] Pamekasan meskipun sudah ada yang mempunyai titel kiai, tapi santri tetap saklawase. Kalau pengurus atau jabatan hanya sementara, tetapi jiwa santri harus tetap melekat pada diri kita,” tuturnya.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiq Putra (Astra), Jember itu, peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk menguatkan keikhlasan, ketulusan, dan kebersamaan.
“HSN tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi lebih dari itu untuk menghidupkan dan menguatkan kembali jiwa santri dengan penuh keikhlasan dan ketulusan serta kebersamaan satu dengan yang lain,” katanya.
Ia juga berharap rangkaian kegiatan HSN 2026 yang disiapkan PCNU Kabupaten Pamekasan memberikan manfaat bagi masyarakat pada abad kedua NU.
“Melalui beberapa rangkaian kegiatan yang akan digelar PCNU [Kabupaten] Pamekasan, mudah-mudahan di abad kedua Nahdlatul Ulama peringatan Hari Santri betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pamekasan,” ujarnya.
Reporter: Zainur
Editor: Ahnu

