PAMEKASAN — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan meluncurkan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan rencana 21 agenda kegiatan. Peluncuran berlangsung di Aula II PCNU Pamekasan, Kamis malam (01/10/2026), di kantor PCNU Pamekasan, Jalan R. Abdul Aziz No. 95, Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur.
Ketua Panitia HSN 2026 KH. Haidar Dardiri mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut disusun berdasarkan hasil rapat panitia bersama para pengurus.
“Berdasarkan hasil rapat dengan seluruh kepanitiaan dan para pengurus, peringatan HSN 2026 ini insyaallah akan ada 21 rangkaian kegiatan yang akan kita gelar,” tuturnya.
Agenda tersebut mencakup pelayanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat, yakni edukasi kesehatan, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, pendistribusian air bersih, serta khitan massal.
Dalam bidang pendidikan dan pengembangan kemampuan santri, panitia menyiapkan halakah kader, lomba melukis tokoh NU, lomba kaligrafi, lalaran Alfiyah, serta lomba baca kitab kuning.
Kegiatan lainnya meliputi akselerasi digital pendidikan sekolah dan madrasah, Aswaja Competition, Diklat Jurnalistik Santri (DJS) X Media NU Pamekasan, Santri Web Interpreneur, serta Asnuter Goes to School.
Rangkaian tersebut juga mencakup peluncuran HSN 2026 dan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU), bahtsul masail se-Jawa dan Madura, Apel Banser se-Pamekasan, serta pelantikan PC GP Ansorn Kabupaten Pamekasan.
Panitia, menurut Kiai Haidar, turut mengagendakan peluncuran dua jurnal ilmiah yang dikelola Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Pamekasan, Apel HSN 2026, dan halakah pengasuh pesantren.
Alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur itu mengatakan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk merefleksikan Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari.
“Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional di Kabupaten Pamekasan bukan sekadar peringatan saja, melainkan refleksi mendalam atas Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari demi mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut mendorong lahirnya santri yang memiliki keteguhan spiritual, kemandirian intelektual, dan kemampuan berkontribusi bagi bangsa.
“Kami di jajaran kepanitiaan berharap Kabupaten Pamekasan yang dikenal sebagai Bumi Gerbang Salam bisa terus melahirkan santri-santri yang kokoh secara spiritual, mandiri intelektual dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Reporter: Zainur
Editor: Ahnu

