PAMEKASAN — Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren dalam pendidikan serta pengayoman masyarakat saat memberikan sambutan pada Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (01/10/2026), di aula lantai II Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan.
Kiai Kholil menilai, pesantren dan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian penting dari kekuatan masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut berperan dalam mendidik sekaligus memberikan pengayoman kepada masyarakat.
“Pondok-pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam itu merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam mendidik masyarakat dan memberikan pengayoman kepada umat,” katanya.
Ia mengajak jajaran NU menjaga komunikasi dan kebersamaan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengusaha. Menurutnya, hubungan tersebut perlu diperkuat agar kontribusi NU semakin luas dirasakan masyarakat Pamekasan.
“Saya lihat PCNU [Kabupaten Pamekasan] sudah membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Ada benang merah antara NU dan pengusaha, dan ini harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Kiai Kholil menambahkan, NU melalui kelembagaan maupun kadernya memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat. Ia mengajak jajaran NU melanjutkan dan mengembangkan kontribusi tersebut.
“NU baik secara institusi maupun secara perorangan telah banyak menanamkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Dan ini yang harus diteruskan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi peran ulama, pesantren, madrasah, dan lembaga NU dalam kehidupan masyarakat.
“Jasa-jasa para ulama, pesantren, dan seluruh lembaga NU dalam memberikan pendidikan serta pengayoman kepada umat tentu sangat besar,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan, Pamekasan itu berharap komunikasi antara pemerintah, NU, pesantren, dan berbagai organisasi kemasyarakatan terus terjaga. Ia menyatakan pemerintah siap mendukung kontribusi NU bagi masyarakat.
“Ke depan, kami, pemerintah, tetap siap untuk membersamai perjuangan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bersama dengan ormas-ormas yang lain,” katanya.
Dalam sambutannya itu, Kiai Kholil juga menyampaikan, HSN memiliki sejarah yang erat dengan perjuangan NU dan pesantren. Menurutnya, peringatan setiap 22 Oktober tersebut kini dirayakan secara luas.
“Bagi kita, Hari Santri ini punya sejarah yang luar biasa. Kita patut bangga bahwa Hari Santri lahir dari perjuangan NU, dari pesantren, dan sekarang menjadi hari nasional,” ujarnya.
Reporter: Intan
Editor: Ahnu

