HSN

Kiai Musleh Adnan, NU Bisa bertahan Sampai Saat Ini kerana Ada Sir

PAMEKASAN – A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Musleh Adnan, menyatakan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) bisa bertahan sampai saat ini karena didalamnya ada sir.

Pernyataan itu, disampaikan Kiai Musleh, saat menyampaikan ceramahnya dalam kegiatan Bhitoah Aghung yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Jumat malam (23/10/2026) di Lapangan Pendopo Agung Ronggosukowati Pamekasan.

“Organisasi saya dan sampean bertahan sampai hari ini, organisasi Nahdlatul Ulama, jika tidak ada sir sudah selesai dari dulu, melihat dari besarnya ujian, dari besarnya fitnah, tapi Nahdlatul Ulama nyatanya masih bertahan sampai saat ini, ini karena ada sir yang tidak bisa saya dan sampean menebaknya,”ujarnya.

Lebih lanjut, alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo itu mejelaskan, banyak ulama Indonesia yang kecintaannya kepada Rasulullah luar biasa. Karenanya, ia mengajak untuk berbahagia.

“Sampean perlu berbahagia, karena Indonesia ini penuh dengan ulama-ulama yang cintanya kepada Rasulullah itu sangat luar biasa,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pengasuhan Pondok Pesantren Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar, Plakpak, Pegantenan, Pamekasan tersebut mengatakan, Ibnu ‘Asyur, seorang ahli sejarah asal Tunisia, menyebutkan dalam kitab Sirah Nabawiyah, nabi Muhammad SAW tidak mempunyai saudara kandung, kecuali saudara sepersusuan. Hal ini dipandang Kiai Musleh sebagai isyarat, Nabi Muhammad SAW ialah sosok istimewa yang tidak bisa dibandingkan dengan siapapun.

“Saya teringat salah satu ahli sejarah Ibnu ‘Asyur. Beliau dari Tunisia. Beliau menjelaskan di kitab Sirah Nabawiyah, bahwa Nabi Muhammad itu tidak punya saudara, kecuali saudara sepersusuan. Beliau juga tidak punya dulur baik dari ibunya maupun dari ayahnya dan bahkan dari beliau sendiri. Mengapa seperti itu? Katanya beliau: ini adalah sebuah isyarat Tuhan bahwa Nabi Muhammad tidak ada duanya, Nabi Muhammad tidak pernah ada duanya jadi jangan sekali-kali membandingkan Nabi Muhammad dengan yang selainnya,” pungkasnya.


Reporter: Zainur

Editor: Ahnu