News

PCNU Pamekasan: Kader dan Santri Harus Kedepankan Akhlakul Karimah dalam Menyampaikan Aspirasi

​PAMEKASAN — Di tengah dinamika sosial dan iklim demokrasi saat ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para kader NU dan kaum santri. Imbauan ini menekankan pentingnya menjaga etika dan akhlakul karimah dalam setiap bentuk penyampaian aspirasi maupun kritik di ruang publik. 

Hal itu disampaikan oleh RPA. Wazirul Jihad saat diwawancarai di Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan, Sabtu (24/10/2026).

​Dalam keterangannya, Ra Wazir, sapaan akrab RPA. Wazirul Jihad, menyampaikan tiga poin penting yang harus menjadi pedoman bagi nahdliyin dan masyarakat luas.

Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan masukan atau gagasan. Namun, kata Ra Wazir, PCNU Kabupaten Pamekasan mengimbau agar penyampaian gagasan tersebut —baik yang ditujukan kepada lembaga resmi maupun kepada pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintahan— tetap dibingkai dengan akhlakul karimah. Perbedaan pandangan tidak boleh menghilangkan sikap saling menghormati.

PCNU Kabupaten Pamekasan mengajak seluruh pihak untuk menempuh cara-cara yang baik dan bermartabat. “Marilah kita lakukan dengan langkah-langkah yang baik. Ketika kita ingin menyampaikan nasihat maupun gagasan, kita tetap harus menggunakan dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak,” ucapnya.

Kebebasan berpendapat, menurutnya, harus selalu diiringi dengan tanggung jawab moral. Secara khusus, pesan ini ditujukan kepada siapa saja dan yang mengakui sebagai santri. “Bagi semua kader dan masyarakat yang mengakui bahwa dirinya santri, mari kita berjalan pada jalur yang benar dan baik,” tegasnya.

Menurut Ra Wazir, identitas nahdliyin serta santri harus tercermin melalui tutur kata dan tindakan yang menyejukkan, bukan provokatif, apalagi merusak tatanan persaudaraan.


Reporter: Intan

Editor: Ahnu