NEWS

Kiai Musleh, Dai Harus Masuki Dunia Digital

PAMEKASAN — Seorang dai tidak boleh anti terhadap teknologi. Bahkan, dai dituntut mengikuti perkembangan teknologi agar bisa dimanfaatkan dan menjadi penunjang menyampaikan pesan-pesan agama dalam aktivitas dakwahnya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan, saat menjadi pembicara dalam acara Da’wa Lecturing Series atau kuliah dakwah berseri yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan.

Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Jawa Timur itu melanjutkan, di era digital ini masyarakat lebih banyak berinteraksi dan memiliki banyak teman di media sosial dibandingkan di dunia nyata.

“Bahkan, kadang di dunia nyata dia hanya punya dua teman, tapi dia memiliki ‘tetangga’ 5000 di Facebook,” lanjutnya, disambut gelak tawa seisi ruangan.

Jika hal itu dimanfaatkan oleh aktivis dakwah, kata Kiai Musleh, maka pesan dakwah akan mudah tersampaikan dan tersebar kepada mad’u. Bahkan, Kiai Musleh menggandeng conten creator YouTube guna menyampaikan pesan-pesan dakwahnya.

“Kalau saya, semua digarap. Malliyeh (salah satu figur dalam Channel YouTube Emak Tapai Production. Red.), saya garap. Saya sampaikan ke Malliyeh, ‘kalau saya terlibat dalam video kamu, fans saya nanti juga akan subscribe channel kamu’. Jadi, mereka untung, dan saya bisa menyampaikan pesan dakwah,” tutur Kiai Musleh.

Sampai berita ini diturunkan, agenda yang diikuti oleh 88 mahasiawa Jurusan Dakwah Program Studi BPI dan Manajemen Dakwah itu masih berlangsung.


Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono