NEWS

Komisi Organisasi Muskerwil I Rekomendasikan Ketua Tanfdiziyah Dipilih Ahwa

PROBOLINGGO — Komisi Organisasi Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Jumat-Sabtu (29-30/11/2019) di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, merekomendasikan agar pemilihan Ketua Tanfidziyah NU di semua tingkatan menggunakan sistem ahlul halli wal ‘aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Forum menilai, selama lima tahun sistem tersebut berlaku, suasana pemilihan Rais Syuriyah berjalan lancar, khidmat dan ditaati semua pihak. Ke depan, PWNU Jawa Timur akan mengusahakan agar sistem dan proses pemilihan Ketua Tanfidziyah melalui sistem Ahwa diterima dalam Muktamar ke-34 di Lampung, 22 Oktober mendatang.

Usulan tersebut lantaran pertimbangan model pemilihan menggunakan sistem Ahwa merupakan Keputusan Konferensi Wilayah NU Jawa Timur tahun 2013 lalu di Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Sidoarjo.

Pertimbangan lainnya ialah, pemilihan menggunakan sistem Ahwa berlangsung selama lima tahun dan berjalan kondusif tanpa mengurangi hak suara Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, maupun Pengurus Ranting.

Tidak hanya itu, PWNU Jawa Timur juga menyoal Anggaran Rumah Tangga NU Pasal 79 yang membahas aturan Konferensi Cabang NU. Forum menilai, aturan itu menyisakan masalah yang belum tuntas jika ditinjau berdasarkan perspektif hukum organisasi, yakni hak suara Ranting dalam Konferensi Cabang NU.

Atas beberapa pertimbangan tersebut, PWNU Jawa Timur akan membawa rekomendasi Komisi Organisasi ke permusyawaratan yang leboh tinggi, yakni Muktamar yang akan dilaksanakan 22 Oktober 2020 mendatang.


Reporter: Luckman (NUO.19-031)
Editor: Ahnu