NEWS

Korlip NU Online Pamekasan: PMII Itu Penerus Perjuangan NU

NGAWI — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berakidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), karena PMII lahir untuk menjadi kepanjangan tangan Nahdlatul Ulama (NU) di kalangan mahasiswa.

Hal itu disampaikan Muhammad Abror atau yang akrab disapa Abong, Koordinator Liputan (Korlip) NU Online Pamekasan, saat menyampaikan materi pada acara Camping Aswaja yang dilaksanakan Pengurus Komisariat (PK) Institut Agama Islam (IAI) Ngawi, Sabtu malam (11/01/2020) di Bumi Perkemahan Seloondo, Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur.

Pemuda yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Semi Otonom (LSO) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur tersebut menjelaskan, sekalipun ada sedikit perbedaan antara Aswaja PMII dan NU, namun hal itu tidak sedikitpun berpengaruh terhadap sanad yang ada.

“Jadi, sahabat-sahabat PMII tidak perlu khawatir, karena sanad Aswaja PMII tetap nyambung dengan KH. Hasyim Asy’ari. Hal itu bisa kita lihat pada prinsip Aswaja dalam kehidupan sehari-hari, bahwa hal itu diambil dari pengertian Aswaja dalam perspektif KH. Hasyim Asy’ari,” paparnya.

Baca juga: Perkuat Wawasan Keislaman dan Keindonesiaan, PMII IAI Ngawi Gelar Camping Aswaja

Pria berkacamata ini kemudian menjelaskan prinsip Aswaja dalam kehidupan sehari-hari, meliputi; pertama, bidang tauhid atau teologi mengikuti pemikiran Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi; kedua, bidang tasawuf mengikuti pemikiran Imam al-Ghazali dan Imam Jumaid al-Baghdadi.

Ia melanjutkan; ketiga, bidang istinbath al-hukmi dengan menerima kebenaran empat mazhab: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali; keempat, bidang sosial politik yang kemudian menekankan pentingnya tujuan syariat atau yang biasa disebut al-maqashid al-syari’ah.

“Di sinilah letak perbedaannya. Kalau dalam qanun asasi atau pembukaan AD-ART (Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga. Red.) Nahdlatul Ulama yang ditulis KH. Hasyim Asy’ari, poin-poin tersebut sebagai rumusan dasar atau ada juga yang menyebutnya definisi, sementara dalam Aswaja sebagai manhaj al-fikr (metodologi berpikir. Red.) PMII, poin itu menjadi prinsip dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Abong.

Selain itu, Abong juga membahas kontekstualiasi empat nilai Aswaja sebagai manhaj al-fikr, meliputi; tawassuth (moderat) sebagai pola pikir, tasammuh (toleransi) sebagai pola sikap, tawazun (keseimbangan) sebagai pola relasi dan ta’adul (keadilan) sebagai pola integral.


Reporter: Ali Wafa
Editor: Ahnu