NEWS

Lakpesdam Ajak Warganet Tinggalkan Akun Dakwah Radikal

PAMEKASAN – Tragedi bom bunuh diri di sejumlah tempat di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur masih saja ada yang mengaitkannya dengan agenda-agenda tertentu, bahkan ada yang mengaitkan dengan kepentingan kelompok politik dan agama tertentu. Hal ini dapat melukai rasa kemanusiaan, terutama keluarga yang menjadi korban. Oleh sebab itu, masyarakat hendaknya jangan mudah terprovokasi dengan hal itu.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Pamekasan, Taufiqurrahman Khafi mengajak seluruh masyarakat yang aktif di dunia internet, terutama warganet agar tidak ikut-ikutan berkomentar dan menulis statemen yang bertujuan untuk memperkeruh suasana kebatinan masyarakat Indonesia. Yang perlu dilakukan adalah gerakan simpati kepada para korban dan keluarga korban.

“Saya memantau di media sosial, banyak sekali komentar negatif tentang tragedi bom di Surabaya. Bahkan banyak pula yang menebarkan kebencian kepada pemerintah. Seakan-akan tindakan bom bunuh diri itu benar,” ujar Taufiq kepada NU Online Pamekasan, Selasa (15/5/2018).

Taufiq menambahkan, masyarakat hendaknya mulai sekarang meninggalkan akun-akun di media sosial yang terindikasi ke arah radikalisme keagamaan. Akun-akun tersebut yang mendominasi terhadap perubahan pola fikir dan sikap seseorang. Tanpa disadari, berbagai macam postingan di media tersebut, membentuk persepsi dan menjadi dalil kebenaran atas tindakan kekerasan dan radikalisme.

“Bahaya sekali kalau sampai otak dan fikiran seseorang sudah teracuni ajaran dan ajakan radikal. Dampaknya mereka bisa bersikap ekstrem,” imbuhnya.

Pria yang juga pecinta wayang ini mengungkapkan, ada tayangan ceramah agama di media sosial oleh ustad kondang dan banyak pengikutnya, membenarkan aksi bom bunuh diri dan mendefinisikannya sebagai jihad agama. Bahkan aksi bom bunuh diri dinisbatkan dengan perang Badar di masa Rasulullah. Bom bunuh diri dianggap bukan mati konyol, melainkan jihad yang pahalanya surga.

“Parah sekali dakwah yang membenarkan aksi bom bunuh diri, bahkan dinisbatkan dengan perang di masa Rasulullah. Dakwah semacam ini harus kita tinggalkan saat ini juga dan untuk selamanya,” tegasnya.


Penulis : Abror
Editor : Wiyono


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *