News

Memasuki Abad Kedua NU, Kader IPNU-IPPNU Pamekasan Diminta Memiliki Tiga Pilar Kepemimpinan

PAMEKASAN — Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KabupatenPamekasan, H. Moh. Dahlan, meminta kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) memiliki tiga pilar kepemimpinan untuk melanjutkan perjuangan NU pada abad kedua.

Permintaan tersebut disampaikan pada gelarang Grand Final seleksi Duta Pelajar NU Pamekasan 2026 di Pendopo Ronggosukowati, Jalan Kabupaten, Pamekasan, Ahad malam (02/08/2026).

Tiga pilar yang perlu dimiliki kader meliputi keteguhan dalam berakidah Ahlusunnah waljamaah (Aswaja) an-Nahdliyah, kecakapan modern yang berlandaskan sikap moderat, serta kepemimpinan inklusif.

H. Dahlan mengatakan, PCNU Kabupaten Pamekasan bersyukur masih memiliki kader muda IPNU-IPPNU yang militan dan siap meneruskan perjuangan para ulama. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan jam’iyah karena mereka merupakan calon pemimpin pada masa mendatang.

“PCNU Kabupaten Pamekasan sangat bersyukur masih memiliki generasi muda IPNU dan IPPNU yang siap melanjutkan perjuangan. Tugas rekan dan rekanita adalah menyaring, membentuk, mendidik, serta mengader generasi muda yang akan datang agar senantiasa berada di jalur perjuangan para ulama,” ujarnya.

Mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan itu juga menyampaikan amanat Ketua PCNU Pamekasan, KH. Muchlis Nasir, mengenai pentingnya pembentukan karakter calon pemimpin generasi berikutnya di lingkungan IPNU-IPPNU.

Pilar pertama, menurutnya, ialah penguatan akidah. Setiap kader harus mempunyai pemahaman Aswaja an-Nahdliyah yang kokoh agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tantangan global.

“Seorang kader IPNU dan IPPNU harus mempunyai karakter Ahlusunnah waljamaah an-Nahdliyah yang kuat. Karena Aswaja ini akan menjadi benteng arus globalisasi yang masuk dari segala penjuru arah. Maka dari itu harus disampaikan kepada generasi yang akan datang serta kepada orang lain. Ini adalah tugas duta-duta yang telah terpilih,” ungkapnya.

Pilar kedua ialah kecakapan modern yang tetap berpijak pada nilai moderasi. Pilar tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan sikap tawassuth atau moderat dan tawazun atau seimbang, disertai penguasaan kecakapan global, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis dalam merespons perkembangan zaman.

Adapun pilar ketiga berupa kepemimpinan inklusif. Kader IPNU-IPPNU dituntut mampu merangkul seluruh komponen komponen tanpa membeda-bedakan serta bersikap terbuka dalam membangun sinergi.

Dengan memiliki ketiga pilar tersebut, kader IPNU-IPPNU Pamekasan diharapkan mampu melanjutkan perjuangan para ulama sekaligus tumbuh menjadi pemimpin yang adaptif, kompeten, dan relevan pada era digital.


Reporter: Risma
Editor: Redaktur