NEWS

PCNU Pamekasan Sesalkan Adanya ‘Cafe and Resto Narkoba’

PAMEKASAN – Adanya cafe and resto yang dijadikan tempat pesta narkoba di Kabupaten Pamekasan disesalkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.

Demikian disampaikan KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, Rabu malam (17/06/2020) di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kejadian yang sangat memalukan dan memprihatinkan, mengingat penutupan tempat hiburan malam oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama para ulama beberapa bulan lalu.

“Kejadian ini mencederai itikad baik kita bersama. Berarti, pasca penutupan (tempat hiburan malam. Red.) beberapa bulan lalu kurang adanya pengawasan, khususnya oleh pihak aparat dan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja. Red.),” ucap Kiai Taufik.

Lebih lanjut, Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, Jawa Timur itu meminta, agar Pemkab Pamekasan tidak kecolongan lagi, sehingga kejadian yang sama terulang kembali.

“Ke depan, kami minta agar aparat tetap mengawasi semua tempat yang dianggap mengarah pada kemaksiatan, dan kami minta aparat memberikan hukuman kepada para pelaku, sesuai undang-undang yang berlaku,” pintanya.

Yang lebih disesalkan, menurut Kiai Taufik, kejadian tersebut terjadi saat seluruh elemen masyarakat sedang berjuang melawan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Kami mendukung penuh langkah-langkah Pemkab untuk memberantas kemaksiatan di Pamekasan ini. Kami juga berterima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja Polres Pamekasan kali ini. Ini menunjukkan, kalau Polres bekerja,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun NU Online Pamekasan, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan mengamankan 15 pemuda di ruangan karaoke salah satu cafe and resto yang ada Jalan Raya Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan pada Selasa (16/06/2020).


Reporter: Aboonk
Editor: Wiyono