NEWS

Penghujung Ramadhan, Muslimat NU Khatamkan Al-Quran, Santuni Yatim dan Dhuafa

PAMEKASAN — Penghujung bulan Ramadan 1442 H, Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pamekasan memberikan santunan kepada lima anak yatim dan 70 kaum dhuafa, Ahad (09/05/2021), di Aula Utama Kantor PC Muslimat NU Pamekasan.

Santunan berupa sembko, gelas dan uang tunai ini diberikan oleh KH. Taufik Hasyim Ketua PCNU Pamekasan, bersama Ketua PC Muslimat NU Pamekasan, usai khatmil qur’an.

Tidak hanya itu, giat tersebut juga diisi pengajian umum bersama Ketua PCNU Pamekasan.

Nyai Mafrudah, Ketua PC Muslimat NU Pamekasan mengatakan, kegiatan positif itu bertujuan menyebarkan amal kebaikan di tubuh Muslimat NU.

“Kita awali dengan khatmil qur’an supaya Muslimat menjadi generasi qurani, yang santunan itu untuk menebarkan senyum kepada anak yatim dan dhuafa,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.

“Dalam kesempatan ini kita juga bagi-bagi gelas cantik bertuliskan Harlah Muslimat NU 75 kepada para anggota dan pengurus,” imbuh Nyai Maf, sapaannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Tlanakan itu juga engucapkan rasa syukur dan mengku bangga kepada anggota dan pemlngurus Muslimat NU yang hadir menyukseskan kegiatan ini.

Sementara KH. Taufik Hasyim selaku mubaligh dalam kesempatan itu mengajak Muslimat agar semakin meningkatkan semangat berkhidmat kepada NU melalui jamiyah Muslimat.

Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan itu berharap, Muslimat dapat menjaga marwah ulama, menjaga nilai-nilai kekeluargaan di tubuh Muslimat NU.

“Semoga Muslimat NU Pamekasan semakin besar dengan tetap menjaga nilai kekeluargaan, dengan mempertahankan ajaran akidah Ahlussunnah Wal Jamaah An-nahdliyah,” tuturnya.

Kiai Taufik juga mengapresiasi kepemimpinan Nyai Mafrudah serta Nyai Romlah dalam mempin Muslimat NU yang semakin berkembang pesat di Pamekasan.

Hadir dalam kegiata ini ketua PCNU Pamekasan, Jajaran pembina dan pengurus PC dan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Pamekasan.


Reporter: Citizen
Editor: Citizen